Harga Emas Antam Kembali ke Level Rp2,7 Juta, Naik Rp20 Ribu per Gram

  • 11 Agt 2026 10:14 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik Rp20.000 per gram menjadi Rp2.710.000 pada Selasa (11/8/2026), kembali ke level yang lebih tinggi setelah beberapa waktu bergerak di Rp2,6 juta.
  • Kenaikan harga emas ini terjadi berdasarkan pergerakan pasar pada pukul 09.19 WIB, dengan harga jual yang sebelumnya di Rp2.690.000 sejak Sabtu (8/8/2026).
  • Pergerakan harga emas menunjukkan volatilitas pasar komoditas yang responsif terhadap faktor-faktor ekonomi global dan kondisi permintaan domestik.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali ke level Rp2,7 jutaan per gram pada Selasa (11/8/2026), setelah dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak bergerak di kisaran Rp2,6 jutaan.

Mengacu pada pergerakan harga pada pukul 09.19 WIB, harga jual emas Antam naik Rp20.000 per gram menjadi Rp2.710.000 dari sebelumnya Rp2.690.000 per gram yang bertahan sejak Sabtu (8/8/2026).

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang naik Rp35.000 per gram menjadi Rp2.546.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam pada perdagangan Selasa ini mencapai Rp164.000 per gram.

Investor emas di Malinau, Fitri, mengatakan pergerakan harga emas dalam beberapa bulan terakhir memang cukup fluktuatif. Ia mengaku terakhir membeli emas pada awal Mei, ketika harganya juga masih berada di kisaran Rp2,7 jutaan per gram.

"Terakhir saya beli emas di awal bulan Mei, harganya memang di Rp2,7 jutaan. Setelah itu turun terus, mostly di harga Rp2,6 jutaan, naik-turun tiap hari, tapi hampir nggak pernah meninggalkan level itu seingat saya," ujar Fitri.

Menurutnya, pergerakan harga tersebut masih dapat menjadi bagian dari dinamika investasi emas, terlebih jika emas memang dibeli untuk tujuan jangka panjang.

"Ini bisa diprediksi menurut saya, karena harga emas memang pasti akan bergerak naik dalam jangka panjang. Tujuannya memang untuk jangka panjang sebagai pelindung nilai dari inflasi," katanya.

Fitri menilai menyimpan emas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mempertahankan nilai kekayaan dalam jangka panjang. "Daripada simpan uang dalam jangka panjang yang nilainya bisa turun, mending simpan emas untuk mempertahankan nilainya," ujarnya.

Ia juga memandang pembelian emas sebagai salah satu cara untuk membatasi pengeluaran konsumtif. Menurutnya, uang tunai lebih mudah digunakan untuk berbagai keperluan, sementara emas cenderung membuat seseorang berpikir lebih panjang sebelum menjualnya.

"Saya pikir beli emas juga salah satu metode berhemat, karena simpan uang gampang kita belanjakan. Kalau sudah jadi emas kan kita mikir-mikir lagi kalau mau jualnya, kecuali memang butuh banget," pungkas Fitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....