Harga Emas Antam Menguat Rp10.000 Awal Pekan
- 27 Jul 2026 15:27 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas batangan Antam naik Rp10.000 menjadi Rp2.622.000 per gram pada perdagangan Senin (27/7/2026) berdasarkan pembaruan pukul 08.23 WIB.
- Harga buyback atau pembelian kembali melonjak lebih tinggi dengan peningkatan Rp18.000 menjadi Rp2.370.000 per gram.
- Selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp252.000 per gram pada perdagangan tersebut.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026). Berdasarkan pembaruan pukul 08.23 WIB, harga emas naik Rp10.000 menjadi Rp2.622.000 per gram dari perdagangan sebelumnya di level Rp2.612.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali melonjak lebih tinggi, yakni Rp18.000 menjadi Rp2.370.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback kini mencapai Rp252.000 per gram.
Meski spread masih cukup lebar, kenaikan buyback yang lebih tinggi dinilai menjadi sinyal positif bagi pemilik emas yang berencana merealisasikan keuntungan.
Seorang investor emas di Malinau, Via, mengatakan penguatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Menurutnya, kenaikan harga bukan semata menjadi momentum untuk menjual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memiliki aset lindung nilai dalam portofolio investasi.
"Kalau melihat pergerakan sekarang, saya masih optimistis harga emas punya peluang melanjutkan tren positif. Namun, investor tetap harus melihat tujuan investasinya. Bagi yang berorientasi jangka panjang, fluktuasi harian tidak perlu terlalu dikhawatirkan," ujar Via.
Ia menilai, kenaikan harga buyback yang lebih besar dibanding harga jual memberikan ruang yang lebih baik bagi investor yang ingin mencairkan sebagian kepemilikan emas. Meski demikian, keputusan menjual sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keuangan, bukan hanya karena tergiur kenaikan harga sesaat.
"Kalau memang tidak ada kebutuhan mendesak, saya pribadi lebih memilih menahan emas yang dimiliki. Potensi kenaikan masih terbuka, apalagi jika sentimen global masih mendukung aset safe haven seperti emas," katanya.
Via juga mengingatkan masyarakat yang baru ingin mulai berinvestasi agar tidak menunggu harga turun terlalu jauh. Menurutnya, strategi membeli secara bertahap atau dollar cost averaging dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi harga.
"Yang terpenting adalah konsisten berinvestasi dan menyesuaikan kemampuan finansial. Emas lebih cocok dijadikan instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang daripada mengejar keuntungan cepat," tutupnya. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....