Harga Emas Antam Bangkit, Naik Rp7.000 per Gram usai Anjlok Tajam

  • 25 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 per gram menjadi Rp2.612.000 pada perdagangan Sabtu 25 Juli 2026.
  • Harga buyback (pembelian kembali) juga meningkat Rp7.000 menjadi Rp2.352.000 per gram.
  • Selisih antara harga jual dan harga buyback berada di angka Rp260.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali menguat pada perdagangan Sabtu (25/7/2026). Berdasarkan pembaruan pukul 06.06 WIB, harga emas naik Rp7.000 per gram menjadi Rp2.612.000 dari posisi sehari sebelumnya di angka Rp2.605.000 per gram.

‎Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali yang meningkat Rp7.000 menjadi Rp2.352.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback berada di angka Rp260.000 per gram.

‎Penguatan tersebut terjadi setelah harga emas Antam mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Harga emas turun hingga Rp35.000 per gram, sementara harga buyback merosot lebih dalam, yakni Rp50.000 per gram.

‎Investor emas di Malinau, Mitha, menilai kenaikan harga pada perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pergerakan emas memang cenderung berfluktuasi dalam jangka pendek. Menurutnya, kondisi tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

‎"Naik turunnya harga emas merupakan hal yang wajar. Bagi yang memang menabung emas untuk tujuan jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini sebaiknya tidak menjadi alasan untuk panik," ujarnya.

‎Mitha mengatakan, koreksi harga justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menambah kepemilikan emas secara bertahap. Dengan strategi pembelian berkala, harga rata-rata pembelian dapat lebih terjaga dibandingkan membeli sekaligus pada saat harga sedang tinggi.

‎"Kalau memiliki dana lebih ketika harga turun, itu bisa menjadi kesempatan menambah tabungan emas. Yang penting dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan," katanya.

‎Ia menambahkan, tujuan utama menabung emas bukan untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat, melainkan menjaga nilai aset dari pengaruh inflasi serta mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang.

‎"Emas cocok dijadikan tabungan untuk tujuan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan, dana darurat, atau persiapan hari tua. Nilainya relatif mampu bertahan dibanding hanya menyimpan uang tunai dalam waktu lama," ucap Mitha.

‎Meski harga kembali menguat, Mitha mengingatkan masyarakat agar tetap berinvestasi sesuai tujuan keuangan masing-masing dan tidak mudah terpengaruh pergerakan harga harian. Menurutnya, konsistensi menabung emas dalam jangka panjang masih menjadi strategi yang lebih bijak dibandingkan berspekulasi mengejar keuntungan sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....