Harga Emas Antam Turun Rp20.000 per Gram, Investor Nilai Koreksi Masih Wajar

  • 14 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan PT Antam terkoreksi Rp20.000 per gram menjadi Rp2.635.000 per gram pada perdagangan Senin (13/7/2026), memutus tren penguatan dua hari sebelumnya.
  • Harga pembelian kembali (buyback) juga turun Rp20.000 menjadi Rp2.395.000 per gram, meskipun koreksi ini dinilai masih mencerminkan fluktuasi normal yang mengikuti dinamika pasar global.
  • Investor melihat penurunan harga sebagai peluang untuk menambah kepemilikan secara bertahap dengan strategi investasi jangka panjang, tidak terburu-buru dengan perubahan harga harian.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) terkoreksi Rp20.000 per gram pada perdagangan Senin (13/7/2026), mematahkan tren penguatan selama dua hari hingga akhir pekan lalu. Berdasarkan pembaruan pukul 09.22 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.635.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp2.655.000 per gram.

Harga pembelian kembali (buyback) juga turun Rp20.000 menjadi Rp2.395.000 per gram. Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas Antam menguat secara bertahap pada Jumat dan Sabtu pekan lalu dengan total kenaikan Rp22.000 per gram.

Meski mengalami penurunan pada awal pekan, pergerakan harga emas dinilai masih mencerminkan fluktuasi yang lazim mengikuti dinamika pasar global. Seorang investor emas di Malinau, Wahyudi, menilai penurunan harga kali ini belum mengubah prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

"Kalau melihat pergerakannya beberapa pekan terakhir, koreksi seperti ini masih tergolong normal. Harga emas memang tidak selalu naik setiap hari, tetapi dalam jangka panjang trennya masih menarik untuk menjaga nilai aset," ujarnya kepada RRI.

Menurut Wahyudi, pengalaman berinvestasi mengajarkannya untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena perubahan harga harian. Ia lebih memilih memantau arah pasar dan membeli secara bertahap ketika terjadi koreksi.

"Saya pribadi justru melihat penurunan sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan secara bertahap. Strategi seperti ini lebih aman dibanding menunggu harga terus naik atau mencoba menebak titik tertinggi dan terendah," katanya.

Ia menambahkan, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi berbagai sentimen global, mulai dari perkembangan ekonomi, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Faktor-faktor tersebut membuat harga emas berpotensi bergerak naik maupun turun dalam jangka pendek.

"Selama kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu aset yang banyak dilirik. Karena itu saya tidak terlalu khawatir dengan koreksi harian, yang penting tujuan investasinya memang untuk jangka menengah atau panjang," tutur Wahyudi.

Ia juga menilai koreksi harga emas domestik sejalan dengan pelemahan harga emas dunia pada awal pekan. Meski demikian, permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven) menurutnya masih berpotensi menopang harga apabila ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....