Harga Emas Antam Kembali Menguat, Buyback Naik Rp14 Ribu

  • 17 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam kembali naik pada Rabu (17/6/2026) menjadi Rp2.733.000 per gram, sementara harga buyback melonjak Rp14.000 menjadi Rp2.514.000 per gram, memperpanjang tren positif dalam beberapa hari terakhir.
  • Investor emas di Malinau tetap optimistis terhadap prospek emas dan memilih strategi pembelian bertahap karena dinilai lebih aman menghadapi fluktuasi harga.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Setelah sempat stagnan pada level Rp2.729.000 per gram sehari sebelumnya, harga emas naik tipis sebesar Rp4.000 menjadi Rp2.733.000 per gram pukul 08.30 WIB.

Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif harga emas dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam mencatat kenaikan lebih tinggi.

Harga buyback emas Antam naik sebesar Rp14.000 menjadi Rp2.514.000 per gram. Kondisi ini dinilai memberikan sentimen positif bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Seorang investor emas di Malinau, Sinta, mengatakan kenaikan harga saat ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset yang mampu menjaga nilai di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global.

"Pergerakan harga yang masih berada dalam tren positif membuat saya tetap optimistis terhadap prospek investasi emas. Fluktuasi jangka pendek merupakan hal yang wajar," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sinta, masyarakat tidak perlu terpaku pada kenaikan harian. Investor justru perlu melihat potensi pertumbuhan nilai emas dalam jangka menengah hingga panjang.

"Emas itu bukan instrumen untuk mencari keuntungan instan. Yang terpenting adalah konsistensi dalam berinvestasi dan memiliki tujuan keuangan yang jelas," katanya.

Ia mengaku tetap menargetkan penambahan portofolio emas secara bertahap sepanjang tahun ini. Strategi pembelian berkala dinilai lebih aman dibandingkan menunggu harga berada pada titik tertentu.

"Saya pribadi masih menambah kepemilikan emas sedikit demi sedikit. Dengan metode itu, risiko akibat fluktuasi harga bisa lebih terkendali," ucapnya.

Sinta memproyeksikan harga emas masih berpeluang bergerak menguat hingga akhir tahun. Faktor ketidakpastian geopolitik, pergerakan nilai tukar, serta kebijakan ekonomi negara-negara besar diperkirakan tetap mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....