Harga Emas Antam Anjlok Rp32 Ribu Akhir Pekan
- 07 Jun 2026 11:18 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam turun Rp32.000 per gram menjadi Rp2.738.000, sementara buyback merosot Rp52.000 menjadi Rp2.531.000 per gram pada perdagangan Sabtu (6/6/2026).
- Investor emas di Malinau tetap optimistis karena emas dinilai cocok untuk investasi jangka panjang, mampu menjaga nilai aset dari inflasi, serta memiliki likuiditas tinggi karena mudah dicairkan saat dibutuhkan.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Sabtu (6/6/2026). Logam mulia tersebut turun Rp32.000 per gram menjadi Rp2.738.000 per gram setelah sehari sebelumnya sempat menguat Rp11.000 per gram.
Nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga melemah cukup dalam. Buyback tercatat turun Rp52.000 per gram menjadi Rp2.531.000 per gram.
Koreksi ini terjadi setelah pelaku pasar sebelumnya merespons positif pergerakan harga emas yang sempat menguat pada Jumat (5/6/2026).
Meski harga sedang melemah, sejumlah investor tetap memandang emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman. Salah satunya Via, investor emas asal Malinau, yang mengaku tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi harga harian.
"Kalau saya pribadi memang tujuan membeli emas bukan untuk keuntungan jangka pendek. Emas lebih saya jadikan tabungan investasi jangka panjang, sehingga naik turun harga dalam beberapa hari tidak terlalu memengaruhi keputusan saya," kata Via.
Menurutnya, pengalaman selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa nilai emas cenderung meningkat dalam rentang waktu yang panjang. Karena itu, ia tetap konsisten melakukan pembelian secara bertahap ketika memiliki dana lebih.
"Sejauh ini progres investasi emas yang saya lakukan cukup baik. Nilainya terjaga karena saya rutin menabung emas, dan dalam jangka panjang, selisih harga yang terbentuk juga cukup membantu menjaga nilai aset dari pengaruh inflasi," ujarnya.
Via menambahkan, salah satu alasan dirinya memilih emas adalah tingkat likuiditas yang tinggi. Ia menilai emas relatif mudah dicairkan ketika dibutuhkan dibandingkan beberapa instrumen investasi lainnya.
"Likuiditas emas menjadi salah satu pertimbangan. Ketika ada kebutuhan mendesak, emas bisa dijual kembali dengan proses yang relatif cepat, karena itu saya melihat emas sebagai cadangan dana yang fleksibel," jelasnya.
Ia juga mengatakan, koreksi harga saat ini justru dapat menjadi momentum bagi sebagian investor untuk menambah kepemilikan. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing individu.
"Kalau orientasinya jangka panjang, biasanya penurunan harga seperti sekarang bisa menjadi kesempatan untuk membeli. Yang terpenting adalah memiliki tujuan investasi yang jelas dan tidak menggunakan dana yang sebenarnya dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....