Terkoreksi Lagi, Harga Emas Antam Makin Terpuruk

  • 04 Jun 2026 10:18 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam kembali turun Rp15.000 per gram pada Kamis (4/6/2026) menjadi Rp2.759.000 per gram, sementara harga buyback terkoreksi Rp13.000 menjadi Rp2.571.000 per gram.
  • Investor emas di Malinau tetap optimistis terhadap prospek emas jangka panjang, menilai koreksi harga saat ini sebagai peluang menambah tabungan emas karena dinilai mampu menjaga nilai aset dan melindungi dari inflasi.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam terpuruk ke level Rp2.759.000 per gram pada Kamis (4/6/2026). Setelah sempat stagnan di level Rp2.774.000 per gram sejak Selasa, harga logam mulia tersebut terkoreksi Rp15.000 pada pukul 07.51 WIB.

‎Harga buyback atau pembelian kembali juga mengalami penurunan. Nilainya turun Rp13.000 menjadi Rp2.571.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya.

‎Pelemahan harga ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa, harga emas Antam lebih dahulu terkoreksi sebesar Rp25.000 per gram sebelum kemudian bertahan di level Rp2.774.000 selama satu hari.

‎Meski harga sedang mengalami koreksi, investor emas di Malinau, Nanda, menilai kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. Menurutnya, fluktuasi harga merupakan hal yang lazim terjadi dalam investasi emas.

‎“Kalau saya melihatnya justru sebagai peluang untuk menambah tabungan emas. Dalam jangka panjang, emas tetap memiliki prospek yang baik karena nilainya cenderung bertahan dan mampu menjadi pelindung aset dari inflasi,” kata Nanda, Kamis (4/6/2026).

‎Ia menjelaskan, kebiasaan menabung emas memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang ingin membangun keuangan secara bertahap. Selain mudah dicairkan saat diperlukan, emas juga dinilai lebih stabil dibandingkan sejumlah instrumen investasi lainnya.

‎“Menabung emas mengajarkan disiplin menyisihkan penghasilan sedikit demi sedikit. Walaupun harga harian naik turun, yang penting fokus pada tujuan jangka panjang, seperti biaya pendidikan, modal usaha, atau dana darurat,” ujarnya.

‎Nanda juga optimistis harga emas masih memiliki peluang menguat dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, ia tetap mempertahankan investasinya dan secara berkala menambah kepemilikan emas.

‎“Saya yakin emas masih menjadi salah satu aset yang menarik. Koreksi seperti sekarang biasanya hanya bersifat sementara, sedangkan tren jangka panjangnya masih cukup menjanjikan bagi investor yang sabar,” ucapnya.

‎Ia mengimbau masyarakat yang tertarik berinvestasi emas agar menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial masing-masing. Menurutnya, konsistensi menabung lebih penting daripada mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....