Harga Emas Antam Menguat, Investor Diimbau Tetap Bijak

  • 06 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam kembali menguat sebesar Rp30.000 menjadi Rp2.790.000 per gram, disertai kenaikan harga buyback ke Rp2.580.000 setelah sebelumnya sempat turun.
  • Investor diimbau berinvestasi emas secara bijak dan jangka panjang, dengan strategi membeli bertahap serta tidak terpengaruh fluktuasi harga harian.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026) setelah sebelumnya mengalami penurunan cukup tajam. Kenaikan ini menjadi sinyal pergerakan dinamis logam mulia dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pembaruan pukul 08.31 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.790.000 per gram, naik Rp30.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sehari sebelumnya, harga emas sempat terkoreksi hingga Rp35.000 per gram.

Selain itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp35.000 menjadi Rp2.580.000 per gram. Kenaikan ini mengikuti tren penguatan harga emas global yang turut mempengaruhi pasar domestik.

Seorang investor emas di Malinau, Susi, menilai fluktuasi harga seperti ini merupakan hal yang wajar dalam investasi logam mulia. Ia menyebut pergerakan naik dan turun harga emas justru menjadi bagian dari peluang bagi investor.

“Pergerakan harga emas itu memang tidak selalu stabil. Justru di situ peluangnya, karena kita bisa membeli saat harga turun dan menyimpan saat harga naik,” ujarnya.

Susi menyarankan para investor pemula untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena perubahan harga harian. Menurutnya, emas lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang dibandingkan untuk mencari keuntungan cepat.

“Kalau baru mulai investasi, jangan langsung panik ketika harga turun atau terlalu euforia saat naik. Emas itu cocok untuk jangka panjang, bukan untuk spekulasi harian,” katanya.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam berinvestasi emas yang dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansial. Strategi tersebut dinilai mampu mengurangi risiko akibat fluktuasi harga.

“Saya biasanya beli sedikit-sedikit, tidak langsung dalam jumlah besar. Dengan cara itu, kita bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan tidak terlalu terdampak saat harga berubah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Susi mengingatkan pentingnya memiliki tujuan investasi yang jelas sebelum membeli emas. Ia menilai, emas lebih tepat digunakan sebagai alat menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi.

“Yang penting tahu dulu tujuannya, apakah untuk tabungan jangka panjang atau persiapan masa depan. Dengan begitu kita lebih disiplin dan tidak mudah terpengaruh kondisi pasar,” ujarnya.

Investor diharapkan tetap bijak dalam mengambil keputusan dan memahami karakteristik investasi emas sebagai instrumen yang relatif aman dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....