Stock Minyakita di Malinau Kurang, Harga di Pasar Melebihi HET
- 28 Apr 2026 18:58 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Inspektorat, BPKD, dan Bagian Ekonomi Kabupaten Malinau melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok. Khususnya Minyak Kita, di pasar induk dan sejumlah toko ritel pada hari ini, Selasa (28/04/2026).
Dari hasil pemantauan yang dilakukan tim, tercatat bahwa ketersediaan stok Minyak Kita saat ini masih tergolong kurang. Menurut keterangan para pedagang, keterbatasan pasokan ini disebabkan oleh kendala kemasan akibat kenaikan harga bahan plastik yang cukup signifikan.
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Malinau, Sergius.S.Hut.,M.M mengatakan, hasil dari pengamatan di lapangan, harga Minyak Kita ditemukan bervariasi. Di toko mitra Bulog, harga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp15.700 per liter.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di pasar induk. Harga Minyak Kita di lokasi ini berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter. "Kenaikan harga ini terjadi karena pasokan yang diterima pedagang berasal dari luar jalur mitra resmi Bulog dan didatangkan dari luar wilayah Kabupaten Malinau. sehingga harga jualnya tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah," kata Sergius.
Untuk saat ini, lanjut Sergius, stok Minyak Kita yang tersedia secara resmi hanya terdapat di satu toko mitra Bulog. Dengan rincian, kemasan 1 Liter sebanyak 53 dus atau setara 536 liter. Kemasan 2 Liter sebanyak 14 dus atau setara 168 liter.
Sementara itu, dua toko mitra Bulog lainnya masih dalam proses pemesanan dan belum menerima pasokan. Meskipun stok Minyak Kita terbatas, ketersediaan minyak goreng dengan merek lain masih cukup melimpah di pasaran. "Namun, harga yang ditawarkan juga relatif lebih tinggi, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp27.000 per liter," terangnya.
Sergius juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pasokan dan harga di lapangan demi menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....