Nahkoda Baru, Perumda Intimung Diminta Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

  • 17 Apr 2026 10:27 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Kehadiran direktur baru diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Perumda Intimung untuk menjadi penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan mengatasi masalah internal yang sempat terjadi sebelumnya.
  • Perumda diinstruksikan untuk berinovasi melalui kolaborasi dengan UMKM serta menyelaraskan lini usaha dengan program daerah (Pertanian Sehat) dan program nasional (Makan Bergizi Gratis) guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

RRI.CO.ID, Malinau - Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, meminta Perumda Intimung bangkit dan menjadi penggerak ekonomi daerah menyusul pelantikan direktur periode 2026–2031, Theofilus Yeol Lufung pada Kamis (16/4/2026) di Ruang Laga Fratu kantor Bupati Malinau.

Theofilus dilantik setelah dinyatakan lolos seleksi terbuka yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Malinau untuk pengisian jabatan tersebut pasca pengunduran diri direktur sebelumnya.

Pengangkatan Theofilus membawa harpan baru bagi kebangkitan Badan Usaha Milik Daerah tersebut setelah diterpa masalah internal, salah satunya, yang sempat mengemuka adalah dirumahkannya sejumlah karyawan yang sempat memicu gerakan protes.

“Hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan pengelolaan yang lebih maksimal. Ke depan, Perumda tidak hanya diharapkan menjadi sumber pendapatan daerah, tapi juga mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Malinau,” ujar Wempi.

Perumda, sebagai badan usaha yang memiliki potensi keuntungan dan kerugian, dituntut mampu membaca peluang usaha di tengah tantangan. Penyertaan modal yang bersumber dari APBD harus dikelola secara profesional.

Wempi menginstruksikan supaya direktur baru mengembangkan berbagai peluang usaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan, termasuk berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

“Penting untuk berinovasi dan transformasi dalam pengembangan usaha, misalnya berkolaborasi dengan pelaku UMKM dalam mengelola potensi daerah serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” imbuhnya.

Bupati Malinau juga menegaskan, Perumda harus sejalan dengan program daerah, salah satunya program Pertanian Sehat (Pesat) yang menitikberatkan pada ketahanan pangan berbasis multi komoditas.

“Kita tidak hanya bicara gabah, tetapi juga sawit dan kakao serta distribusi bahan lokal untuk mendukung program nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) yang diharapkan memacu produksi lokal,” ucap Bupati Malinau.

Menurutnya, penguatan sektor pangan tersebut akan berdampak pada peningkatan produksi lokal, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi di Kabupaten Malinau.

Di akhir, Wempi berpesan agar direktur baru mampu melihat seluruh peluang usaha yang dapat dikelola Perumda. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang baik.

“Bukan hanya manajemennya, tetapi juga proses administrasinya harus baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia berharap kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan dapat dijalankan dengan optimal. Dukungan semua pihak diharapkan mampu mendorong Perumda Intimung bangkit dan berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....