Harga Emas Antam Menguat Rp7.000 per Gram

  • 10 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.857.000 per gram pada Jumat (10/4/2026) pagi.
  • Harga buyback juga menguat Rp14.000 menjadi Rp2.619.000 per gram setelah penurunan tajam sehari sebelumnya.
  • Investor menilai strategi beli rutin dan membaca situasi geopolitik penting menghadapi fluktuasi harga emas.

RRI.CO.ID, Malinau – Harga emas Antam kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (10/4/2026) pagi. Berdasarkan pembaruan pukul 08.31 WIB, harga emas tercatat berada di angka Rp2.857.000 per gram.

Kenaikan tercatat sebesar Rp7.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga mengalami kenaikan Rp14.000 menjadi Rp2.619.000 per gram.

Pergerakan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas Antam sempat mengalami penurunan cukup tajam. Pada Kamis (9/4/2026), harga emas tercatat turun hingga Rp50.000 per gram. Meski demikian, kenaikan kembali pada perdagangan hari ini menunjukkan pola fluktuasi yang masih terjadi di pasar emas domestik. Perubahan harga yang cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir membuat investor lebih berhati-hati dalam menentukan strategi investasi.

Investor emas di Malinau, Nurul, menilai fluktuasi harga merupakan hal yang wajar dalam investasi emas. Menurutnya, strategi pembelian rutin tetap menjadi pilihan yang aman bagi investor jangka panjang. “Kalau buat yang sudah lama menyimpan emas memang seperti itu prinsipnya. Beli rutin saat harga naik atau turun,” kata Nurul.

Ia menjelaskan selama ini pergerakan harga emas cenderung stabil. Namun dalam beberapa bulan terakhir, perubahan harga terlihat lebih tajam dibandingkan periode sebelumnya. “Fluktuasinya biasanya tidak terlalu signifikan sampai sekitar tahun 2024. Tapi beberapa bulan terakhir pergerakan harga emas naiknya sangat drastis dan turunnya juga cukup dalam,” ujarnya.

Menurutnya, investor juga perlu mempertimbangkan kondisi global yang dapat memengaruhi harga emas. Analisis terhadap situasi geopolitik dinilai dapat membantu memaksimalkan potensi keuntungan.

“Penting untuk mengombinasikan kebiasaan membeli secara rutin dengan membaca analisis situasi geopolitik agar bisa memaksimalkan keuntungan,” ucap Nurul. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....