Harga Emas Antam Kembali Merosot, Stok Langka

  • 06 Apr 2026 09:24 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam melemah ke Rp2.831.000 per gram setelah turun Rp26.000, melanjutkan tren penurunan sejak akhir pekan lalu.
  • Nilai pembelian kembali turun menjadi Rp2.550.000 per gram atau melemah Rp27.000 dari harga sebelumnya.
  • Kelangkaan emas Antam di pasaran membuat investor sulit membeli di harga resmi, bahkan harga di toko tetap tinggi meski harga acuan turun.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan hingga mencapai Rp2.831.000 per gram pada perdagangan Senin (6/4/2026). Harga terkoreksi sebesar Rp26.000 pada pukul 08.44 WIB.

‎Nilai buyback atau pembelian kembali juga mengalami penurunan menjadi Rp2.550.000 per gram. Angka ini turun Rp27.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya.

‎Tekanan harga sebenarnya sudah terlihat sejak Jumat pekan lalu, ketika emas Antam lebih dulu melemah cukup tajam. Saat itu, harga tercatat turun sebesar Rp65.000 per gram dalam satu hari perdagangan.

‎Di tengah tren penurunan tersebut, investor justru menyoroti kelangkaan stok emas Antam di pasaran. Kondisi ini dinilai membuat harga resmi sulit diakses oleh masyarakat secara langsung.

‎“Harga memang turun, tapi percuma karena kita juga tidak bisa beli di harga segitu karena barangnya tidak ada,” kata Fifi, investor emas di Malinau.

Ia menyebut kondisi di toko emas sering kali tidak mencerminkan harga resmi yang diumumkan. Menurutnya, harga di tingkat ritel kerap tetap tinggi meskipun harga acuan sedang turun. “Di toko emas mana mungkin dapat harga resmi, kadang anehnya lagi saat harga turun mereka tetap jual di harga tinggi,” ujarnya.

‎Fifi mengungkapkan dirinya memilih alternatif lain dengan membeli produk emas dari merek berbeda. Produk tersebut memiliki selisih harga yang lebih stabil dan tidak terlalu dipengaruhi spekulasi pasar.

‎“Saya alternatifnya beli merk lain yang spread cenderung rendah dan tidak digoreng-goreng harganya,” ucapnya.

Ia juga melihat momentum penurunan harga saat ini sebagai peluang untuk menambah simpanan investasi jangka panjang. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....