Turun, Harga Emas Antam Jadi Rp2,857 Juta per Gram

  • 03 Apr 2026 09:07 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp65.000 menjadi Rp2.857.000 per gram pada perdagangan Jumat (03/04/2026), setelah sebelumnya sempat menguat dua hari.
  • Harga buyback juga melemah Rp60.000 ke posisi Rp2.577.000 per gram.
  • Investor memilih bersikap wait and see, karena emas dinilai tetap menjadi investasi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Malinau – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali melemah pada perdagangan Jumat (03/04/2026). Harga logam mulia tertekan ke level Rp2.857.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.922.000.

Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.42 WIB, penurunan emas Antam mencapai Rp65.000 per gram. Kondisi ini terjadi setelah dua hari sebelumnya harga menguat. Nilai buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga ikut terkoreksi cukup dalam. Harga buyback terhempas turun Rp60.000 menjadi Rp2.577.000 per gram.

Pada perdagangan dua hari sebelumnya, harga emas sempat menunjukkan tren positif. Penguatan yang terjadi mencapai akumulasi Rp95.000, sehingga sempat memicu optimisme di kalangan pelaku pasar.

Namun pelemahan terbaru membuat sebagian investor memilih bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan transaksi. “Baru saja kemarin sempat senang karena setelah tekanan cukup dalam beberapa pekan terakhir, sekarang harga sudah turun lagi,” kata Budi, investor emas di Malinau.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat investor sebaiknya tidak terburu-buru menjual emas, terutama bagi yang membeli pada harga tertinggi.

“Benar-benar tidak aman kalau kita jual sekarang, apalagi bagi yang sempat membeli di harga ATH (all time high),” ujarnya.

Menurutnya, emas tetap merupakan instrumen investasi jangka panjang, sehingga penurunan harga justru bisa menjadi peluang bagi investor yang memiliki dana cadangan. “Lebih baik manfaatkan kesempatan harga turun untuk membeli, tentu jika memiliki dana dingin,” jelasnya.

Budi juga menyebut investor tidak harus terpaku pada satu merek emas tertentu. Banyak produk emas lain yang bisa menjadi alternatif di pasaran.

“Intinya kita membeli emas, bukan merek. Setiap merek tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” tuturnya. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....