Harga Emas Antam Bangkit usai Tekanan Sepekan Terakhir
- 25 Mar 2026 09:22 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.850.000 per gram, buyback ikut naik Rp27.000.
- Sebelumnya harga sempat turun hingga Rp153.000 dalam sepekan terakhir.
- Kenaikan dipengaruhi dinamika global, investor cenderung beralih ke instrumen lain saat suku bunga naik.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat pada perdagangan Rabu (25/3/2026) pagi. Kenaikan sebesar Rp7.000 per gram mendorong harga menjadi Rp2.850.000.
Berdasarkan pembaruan terakhir pukul 08.49 WIB, harga emas naik dari posisi sebelumnya Rp2.843.000 per gram. Sementara harga buyback juga meningkat signifikan. Harga buyback tercatat berada di level Rp2.507.000 per gram. Angka tersebut naik Rp27.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sehari sebelumnya, harga emas sempat stagnan setelah mengalami penurunan cukup dalam. Selama sepekan terakhir, akumulasi penurunan tercatat mencapai Rp153.000 sejak Kamis, pekan lalu.
Pengamat emas di Malinau, Ahmad, mengatakan kondisi pasar saat ini dipengaruhi dinamika global. Menurutnya, pola klasik pergerakan emas tidak sepenuhnya terjadi dalam situasi terkini. “Selama ini teorinya, saat kondisi global tidak stabil, emas justru naik. Namun sekarang berbeda, harga emas turun meski situasi geopolitik memanas,” ujarnya.
Ia menjelaskan memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Dampaknya, inflasi meningkat dan memicu kebijakan suku bunga yang lebih tinggi.
“Ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen seperti deposito atau obligasi yang dinilai lebih menarik,” katanya.
Selain itu, lanjut Ahmad, aksi ambil untung atau take profit juga memengaruhi pergerakan harga emas. Hal ini terjadi setelah emas sempat mencetak rekor tertinggi pada Januari lalu.
“Banyak investor merealisasikan keuntungan setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Itu juga menekan harga emas dalam beberapa waktu terakhir,” ucapnya.
Ia menilai kondisi saat ini masih aman bagi investor jangka panjang. Fluktuasi harga dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar.
“Untuk jangka panjang tidak masalah. Justru ini bisa jadi momentum menambah kepemilikan emas saat harga sedang turun,” ujarnya.
Ahmad mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berinvestasi. Ia menyarankan agar pembelian emas dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. (Ading)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....