Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu, Tren Pelemahan Berlanjut

  • 23 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun signifikan sebesar Rp50.000 per gram, melanjutkan tren penurunan dengan total koreksi Rp153.000 sejak Kamis pekan lalu.
  • Investor diingatkan waspada FOMO, karena membeli di harga puncak berisiko merugi saat harga terkoreksi.
  • Stok emas Antam masih langka, terutama ukuran kecil, meski harga sedang turun di pasar.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali turun Rp50.000 per gram pada Senin (23/3/2026). Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan sejak pekan lalu.

Berdasarkan pembaruan pukul 09.13 WIB, harga emas berada di Rp2.843.000 per gram. Angka ini turun dari posisi Rp2.893.000 pada Jumat (20/3/2026).

Sementara itu, harga buyback juga mengalami penurunan Rp50.000 menjadi Rp2.560.000. Pelemahan ini menambah akumulasi penurunan sejak Kamis pekan lalu yang mencapai Rp153.000 per gram.

Investor emas di Malinau, Wahyudi, mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak fenomena fear of missing out (FOMO). Ia menilai banyak investor ritel mengalami kerugian akibat membeli saat harga berada di puncak.

“Dari tren penurunan beberapa pekan terakhir, ada dua hal yang perlu saya garis bawahi, yakni bahaya FOMO atau ikut-ikutan membeli di harga puncak,” ujarnya.

Ia mengaku memiliki sejumlah kenalan yang membeli emas dalam jumlah besar saat harga mencapai titik tertinggi. Kondisi tersebut justru berujung penyesalan ketika harga mengalami koreksi.

“Saya punya banyak kenalan yang kemarin beli besar-besaran saat harga tertinggi. Akhirnya menyesal sekarang karena saat harga turun justru tidak punya dana untuk membeli lagi,” katanya.

Menurut Wahyudi, pergerakan harga emas sulit diprediksi karena dipengaruhi berbagai faktor global. Investor yang membeli di harga tinggi umumnya berasumsi harga akan terus naik.

“Padahal realitanya harga emas bisa turun. Namun ada juga yang meyakini kondisi ini tidak akan berlangsung lama karena fluktuasi harian itu wajar,” ucapnya.

Ia menambahkan, investor yang sudah membeli di harga puncak cenderung menahan asetnya. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kerugian akibat menjual di harga rendah.

“Yang sudah beli di harga puncak biasanya tidak akan menjual sekarang kalau tidak mau rugi. Di sinilah pentingnya mindset bahwa emas adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

Selain itu, Wahyudi juga menyoroti ketersediaan emas Antam yang masih terbatas di pasaran. Kondisi ini terutama terjadi pada ukuran kecil yang banyak diminati masyarakat.

“Walaupun harga turun, stok Antam saat ini masih langka. Di website resmi pun masih tidak tersedia, terutama untuk ukuran kecil seperti 1 sampai 10 gram,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....