Awal Pekan, Harga Emas Antam Melemah Rp14.000

  • 16 Feb 2026 10:22 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam melemah pada awal pekan, Senin (16/2/2026) pukul 08.33 WIB. Penurunan terjadi pada harga jual maupun buyback seiring fluktuasi pasar emas domestik jangka pendek.

Harga emas Antam tercatat berada di level Rp2.940.000 per gram atau turun Rp14.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.954.000 per gram. Sementara harga buyback berada di posisi Rp2.728.000 per gram, turun Rp13.000 dari perdagangan sebelumnya.

Pada akhir pekan lalu, harga emas Antam sempat menanjak hingga Rp50.000 per gram. Pergerakan harga yang dinamis ini dinilai masih berada dalam pola fluktuasi normal di pasar logam mulia.

Pengamat sekaligus investor emas, Andi, mengatakan pergerakan naik turun harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Menurutnya, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang relatif aman dalam perspektif investasi jangka panjang.

“Ini fluktuasi yang wajar dalam pasar emas domestik jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang emas adalah aset lindung nilai yang trennya selalu naik,” katanya saat dimintai tanggapan.

Ia menilai bukti kenaikan tren harga emas terlihat dari level harga yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. “Meski mengalami koreksi harian, harga emas nggak pernah kembali ke level lama seperti Rp500 ribu atau Rp1 juta per gram,” imbuhnya.

Andi juga melihat perubahan persepsi masyarakat terhadap investasi emas yang kini semakin luas. Jika sebelumnya identik dengan kalangan tertentu, saat ini minat investasi emas dinilai meningkat di berbagai kelompok usia dan latar belakang.

“Dulu banyak yang beranggapan bahwa emas ini investasinya emak-emak kan? Sekarang tua muda, laki perempuan sudah menyadari pentingnya konversi rupiah ke emas untuk tujuan jangka panjang,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian investor masih ragu masuk pasar ketika harga berada di titik tertinggi atau all time high (ATH). Padahal, pengalaman menunjukkan harga yang dianggap mahal saat ini bisa terasa murah beberapa tahun ke depan.

Ia mengaku pernah menunda membeli emas saat harga mencapai level tertentu dengan harapan turun lebih jauh. Namun penurunan tersebut tidak terjadi, sehingga momentum investasi terlewatkan.

Andi menekankan waktu terbaik berinvestasi emas adalah saat memiliki dana dingin dan tujuan investasi yang jelas. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau mengikuti tren secara emosional. “Beli, simpan, dan jaga dengan baik agar bisa dijual pada saat yang tepat, misalnya untuk biaya haji, pendidikan anak, atau persiapan pensiun,” tuturnya. (Ading/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....