Ketergantungan pada Batu Bara Hambat Laju Ekonomi Malinau
- 17 Jun 2025 18:44 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Ketergantungan Kabupaten Malinau terhadap sektor pertambangan, khususnya batu bara, menjadi tantangan tersendiri dalam laju pertumbuhan ekonomi. Meski masih tumbuh 3,06 persen pada triwulan I-2025 secara tahunan (year-on-year), perlambatan terjadi dibanding periode sama tahun lalu yang tumbuh 3,87 persen.
Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa dominasi sektor ekstraktif dalam struktur ekonomi membuat Malinau rentan terhadap fluktuasi produksi. "Pertumbuhan 3,06 persen ini tetap positif, tapi memang melambat. Salah satu penyebabnya adalah produksi batu bara yang tidak diperbarui, volume produksi menurun," ujarnya pada RRI, Selasa (17/6/2025).
Yanuar menambahkan bahwa lebih dari 50 persen struktur ekonomi Malinau masih ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi justru dicapai oleh sektor tersier sebesar 10,10 persen, sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 14,91 persen.
Namun secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Malinau mengalami kontraksi sebesar 3,88 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada sektor sekunder yang turun 8,06 persen, dan dari sisi pengeluaran, PK-P menyusut hingga 44,67 persen. Yanuar menjelaskan bahwa kontraksi ini merupakan pola musiman karena pengeluaran pemerintah di awal tahun belum optimal akibat proses lelang dan perencanaan proyek.
Secara spasial, kontribusi ekonomi Malinau terhadap PDRB Kalimantan Utara pada triwulan I-2025 mencapai 12,01 persen, menempatkan daerah ini di posisi keempat setelah Kota Tarakan, Nunukan, dan Bulungan. Kota Tarakan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 37,63 persen.
BPS merekomendasikan agar Malinau mulai menggeser fokus pembangunan ke sektor-sektor yang lebih berkelanjutan seperti industri pengolahan, pertanian, dan pariwisata. "Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang. Perlu strategi diversifikasi ekonomi agar pertumbuhan lebih merata dan tahan terhadap gejolak," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....