Tanam Padi Bersama, Langkah Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah

  • 31 Okt 2025 19:21 WIB
  •  Malinau
KBRN, Malinau

: Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., bersama Aatuan Tugas Pertanian Sehat (Satgas PESAT) menanam padi di lahan kelompok tani Nasimpungan, Desa Putat, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan ini dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anggota Satgas PESAT sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan para petani.

Bupati Malinau mengaku bangga karena dapat kembali bertemu dan bekerja bersama di lapangan. Karena kegiatan tanam padi ini adalah bagian dari upaya nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Malinau.

“Kita punya tanggung jawab bersama agar ketahanan pangan benar-benar terwujud di Bumi Intimung. Tahap demi tahap, kita melangkah bersama supaya pertanian sehat bisa menjadi nyata,” kata Wempi.

Bupati Malinau menjelaskan, target tanam gabah pada masa tanam pertama (MP1), kedua (MP2), dan ketiga (MP3) telah dirancang dengan luasan sekitar 200 hektare. Saat ini, sekitar 150 hektare sudah tergarap.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi antar kelompok tani serta dukungan pemerintah desa agar lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal.

Bupati juga mengatakan bahwa pencapaian sektor jagung yang telah memenuhi target tanam. Karena jagung menjadi salah satu bahan utama pakan ternak yang sedang dikembangkan di Malinau.

“Produksi jagung jangan sampai putus, karena ini berhubungan dengan rencana kita membuat pakan ternak sendiri. Kalau bahan bakunya tidak ada, produksi pakan juga berhenti,” katanya.

Karena itu, Wempi W.Mawa meminta Dinas Pertanian untuk menyiapkan jaminan asuransi kerja bagi anggota Satgas PESAT melalui BPJS Ketenagakerjaan, agar mereka terlindungi selama bekerja di lapangan.

“Saya minta ini jadi prioritas. Semua Satgas PESAT harus diasuransikan. Ini penting untuk keselamatan kerja mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Malinau juga mengingatkan pentingnya disiplin kerja, semangat gotong royong, serta menjaga kekompakan antar anggota PESAT. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong optimalisasi lahan tidur agar lebih produktif.

“Kalau semua orang tidak mau bertani, lalu siapa yang akan hasilkan makanan untuk kita? Jadi apa yang Bapak Ibu kerjakan ini nilainya sangat mahal, karena berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Wempi juga menekankan agar hasil panen PESAT nantinya dapat disalurkan ke Perumda untuk diproduksi menjadi beras lokal Malinau, lengkap dengan label khas seperti “Beras PESAT Malinau”.

Bupati Malinau berharap, dengan motivasi ini agar Satgas PESAT terus menjaga semangat, kesehatan, dan kedisiplinan dalam bekerja.

“Kita ingin masyarakat Malinau sejahtera dengan memanfaatkan potensi yang ada secara mandiri. Kalau semua ini berjalan baik, maka tahun depan peluang untuk memperluas rekrutmen PESAT akan semakin besar,” tukas Bupati.(*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....