‎Panitia Ungkap Cerita di Balik Suksesnya IRAU Malinau

  • 28 Okt 2025 13:13 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Di balik kemeriahan dan keberhasilan penyelenggaraan Irau ke-11 sekaligus HUT ke-26 Kabupaten Malinau tahun 2025, terdapat proses panjang yang dijalani dengan penuh kehati-hatian.

Ketua Panitia Irau, Ernes Silvanus, menuturkan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak, berangkat dari evaluasi mendalam atas pelaksanaan Irau sebelumnya.

‎“Irau 2025 ini kita siapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan hanya sekadar menjalani seremoni dua tahunan. Semua disusun dengan belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujar Ernes kepada RRI, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).

‎Ia menjelaskan, sejak tahap awal, panitia meninjau kembali seluruh aspek kegiatan, mulai dari budaya, etnis, hingga ekonomi, untuk memastikan setiap elemen memiliki nilai tambah dan relevansi bagi masyarakat.

“Kalau budaya, apa nilai lebihnya. Kalau etnis, apa pembedanya. Begitu juga terhadap UMKM. Hal-hal itu kita petakan dari Irau ke-1 sampai ke-10,” tuturnya.

‎Ernes mengakui, perjalanan menuju Irau 2025 tidak sepenuhnya mulus. Di tengah persiapan, sempat muncul protes dan sorotan publik terkait imbauan Kementerian Dalam Negeri agar daerah berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan besar.

Kondisi itu, menurutnya, menjadi ujian tersendiri bagi pemerintah daerah dan panitia dalam menentukan langkah selanjutnya.

‎‎“Pak Bupati bersama tim cukup lama memastikan kembali apakah Irau ini harus dilanjutkan atau tidak. Cek satu per satu. Ke sekolah, ke UMKM, ke lembaga adat, ke etnis, ke partai politik, semua dilibatkan. Dan semua mengatakan, terus maju, Pak,” jelasnya.

‎Selain memastikan dukungan masyarakat, komunikasi juga dijalin dengan pemerintah pusat untuk menjamin kegiatan berlangsung aman dan berdampak positif. “Kami juga berkomunikasi dengan Kemendagri, memastikan kegiatan ini aman dan punya dampak,” ujar Ernes.

‎Dari sisi ekonomi, ia menilai peran UMKM menjadi faktor penting di balik keberhasilan tahun ini. UMKM yang selama beberapa tahun terakhir telah dibina kini menjadi kekuatan Irau itu sendiri.

“UMKM juga tidak tiba-tiba. Karena kita sudah bina beberapa tahun yang lalu, dan mereka ini justru menjadi salah satu kekuatan hadirnya Irau,” katanya.

‎Selama pelaksanaan Irau 2025, nilai uang yang beredar di masyarakat tercatat mencapai Rp107 miliar, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Irau tahun 2023.

“Tahun 2023 sekitar Rp40-an miliar, sekarang 100 miliar lebih. Itulah sektor riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

‎Menutup penjelasannya, Ernes menyebut seluruh capaian itu tidak lepas dari proses pembelajaran dan kerja bersama lintas sektor. “Kalau hari ini kita mendapat apresiasi, itu berkat sinergi kita bersama,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....