Sambut Satgas Pantas Baru, Bupati Gambarkan Wilayah Malinau
- 23 Sep 2024 18:01 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Bupati Malinau, Wempi W. Mawa SE MH selamat datang kepada Sattgas Pantas baru yang dikomadani Letkol Imam Subakti dan prajurit dari batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 8/Sakti Madra Guna (SMG) di Bumi Intimung Kabupaten Malinau.
Malinau dengan luas wilayah 40 ribu kilomter persegi lebih dari separuh wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Atau lebih luas dari provinsi Jawa Barat dan sedikit lebih kecil dari provinsi Jawa Timur dengan jumlah wilayah 53 persen dari Kalimantan Utara ada di Kabupaten Malinau.
“Penduduk Kabupaten Malinau sekitar 84.000 jiwa yang tersebar di 15 kecamatan dan 109 desa terdiri dari asli 12 suku penduduk lokasl dan 15 paguyuban yang telah terbentuk di Kabupaten Malinau,” terang Wempi W. Mawa di kantor Bupati Malinau dalam upacara pelepasan Satgas Pamtas Yon Arhanud 12/Satria Buana Perkasa Pelambang dan penyambutan selamat datang kepada Satgas Pantas Batalyon Yon Seni Tempur (Yon Zipur) 8/Sakti Mandra Guna (SMG) di Bumi Intimung, Kabupaten Malinau.
Oleh sebab itu, kata Bupati Malinau, karakter masyarakat di perbatasan daerah hubungannya dengan masyarakat yang ada di garis perbatasan Malaysia. Karena secara kultur budaya mereka adalah bagian satu rumpun.
“Hanya terpisah oleh batas negara,” tegas Bupati Malinau.
Jadi, sambung Wempi, kehidupan satu sama lain itu sama karakteristik masyarakatnya, penduduk perbatasan yang ada di (Malinau) Indonesia dengan di Malaysia.
“Kalau kita melihat di daerah Apau Kayan itu dayak juga yang ada di Malaysia Dayak juga yang ada di Indonesia. Ketika kita melihat misalnya yang di Nunukan, Sebatik juga banyak dari Sulawesi yang ada di Sebatik dan saudara kita juga mayoritas Sulawesi juga yang ada di Tawau, Malaysia,” ujar Wempi.
Artinya, kata Wempi lagi, hubungan kewarganegaraan warga negara berbeda warga negara Indonesia dan mereka warga negara Malaysia. Pilihan-pilihan itu dulu sebagian besar warga yang ada di sana adalah warga yang berpindah dari Indonesia karena mengejar ekonomi, mengejar kesejahteraan, mengejar pendidikan, mengejar kesehatan.
“Setelah Kabupaten Malinau menjadi kabupaten sendiri dan Provinsi Kalimantan Utara terbentuk dimekarkan dari Provinsi Kalimantan Timur, maka perlahan-lahan masyarakat yang ada di sana sebagian kembali. itu setelah melihat ada kemajuan dan harapan kehidupan di tengah-tengah warga keluarga yang ditinggalkan beberapa waktu yang lalu,” tukasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....