Dinkes Malinau Ungkap Kendala Pemenuhan Nakes di Wilayah Perbatasan
- 29 Sep 2026 15:29 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Malinau, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman. Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan serta belum adanya dokter yang bersedia ditempatkan menjadi salah satu kendala dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah perbatasan masih terbatas. Kondisi geografis wilayah Malinau yang luas dan berada di kawasan perbatasan menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, terutama dokter.
Sebagai contoh, di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir. Meski telah tersedia gedung Puskesmas, hingga kini belum ada dokter yang bertugas di lokasi tersebut. Tenaga kesehatan lainnya juga terbatas.
“Dokter di sana memang belum ada, tapi tenaga kesehatan kita seperti bidan, perawat, apoteker, sudah ada, walaupun terbatas. Sejumlah perawat dan bidan ada yang sedang menempuh pendidikan profesi. Pemerintah daerah memfasilitasi pendidikan tersebut secara bergiliran sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan profesi tenaga kesehatan,” ujar Yuli, Selasa (29/9/2026).
Lebih jauh, Yuli mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, terutama dokter, melalui usulan formasi CPNS dan PPPK, skema PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan), hingga program Nusantara Sehat (NS). Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil karena formasi yang dibuka tidak mendapatkan pelamar.
“Untuk daerah-daerah perbatasan, pedalaman yang kosong, kita buka. Tapi ternyata tidak ada yang melamar. Kita rekrut juga lewat PJLP, sebelumnya kan honorer, tapi itu kan mereka juga punya hak. Punya hak untuk memilih. Kita juga usulkan melalui program Nusantara Sehat setiap tahun. Masalahnya tidak ada yang melamar juga di situ, itu di luar kendali kita,” ujarnya.
Yuli menegaskan, keterbatasan tenaga kesehatan di wilayah perbatasan menjadi salah satu persoalan yang terus diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah daerah. Kritik dan keluhan masyarakat, menurutnya, juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.
Tak berhenti di sana, Dinkes P2KB Malinau menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pelayanan di wilayah perbatasan dan pedalaman. Upaya tersebut antara lain melalui penataan kembali tenaga kesehatan yang tersedia, pengaturan pola penugasan, hingga menyiapkan skema penempatan dokter secara bergiliran di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.
Yuli mengatakan, langkah tersebut tengah dipersiapkan dan diharapkan dapat menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terpencil, sembari pemerintah daerah terus mengupayakan penambahan tenaga kesehatan melalui berbagai jalur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....