Dinkes Malinau Buka Suara Tanggapi Keluhan Layanan Kesehatan di Long Sule

  • 28 Sep 2026 21:32 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau merespons keluhan warga tentang keterbatasan obat dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule yang disebarkan melalui video.
  • Kepala Dinas Kesehatan Yuli Triana menerima kritik dan keluhan masyarakat sebagai masukan untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
  • Yuli Triana menekankan beberapa poin dalam video keluhan dinilai kurang tepat dan memerlukan klarifikasi.

RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau buka suara menanggapi keluhan warga terkait pelayanan kesehatan di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir. Keluhan sebelumnya disampaikan warga melalui video yang menyoroti keterbatasan obat dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan setiap kritik dan keluhan masyarakat pada dasarnya diterima sebagai masukan untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun ia juga menekankan beberapa poin penyampaian dalam video yang dinilai kurang tepat.

“Kita melihat kritik ini positif,, karena ini memang perlu menjadi evaluasi, tapi untuk obat, sebenarnya kita tidak kosong,” ujar Yuli saat dikonfirmasi RRI, Senin (28/9/2026).

Yuli menjelaskan distribusi obat ke puskesmas dilakukan berdasarkan laporan pemakaian dan permintaan obat dari fasilitas kesehatan. Menurutnya, Dinas Kesehatan menyalurkan obat berdasarkan kebutuhan yang dilaporkan.

Di sisi lain, Yuli tak menampik terkait keterbatasan tenaga kesehatan di Puskesmas Desa Long Sule. “Kalau dokter, memang benar di sana belum ada dokter," kata Yuli.

Senada, Kepala Koordinator Perwakilan Kecamatan Kayan Hilir di Long Sule, Marjem Anye mengatakan, persoalan kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan jumlah perawat, memang masih menjadi kondisi yang dihadapi Puskesmas Long Sule.

“Kalau di puskesmas itu obat tersedia, nakes ada, apoteker ada, bidan ada, perawat ada, cuma kurang perawatnya, dan memang tidak ada dokter kita di sana,” kata Marjem.

Menurutnya, keterbatasan tenaga kesehatan merupakan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, terutama untuk penempatan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Beberapa kali formasi disusulkan, baik melalui skema pengadaan CPNS maupun, program Nusantara Sehat, belum membuahkan hasil.

“Mungkin karena tempatnya jauh, dan kondisi geografis yang menantang, tidak ada yang mendaftar, ada pun yang mendaftar CPNS di tes yang terakhir itu tidak lolos juga,” ucapnya.

Sebelumnya, warga Desa Long Sule, Rama, menyampaikan keluhan mengenai pelayanan kesehatan melalui video yang beredar di media sosial. Ia menyebut keterbatasan obat dan tenaga kesehatan telah menjadi persoalan yang dirasakan warga dalam waktu cukup lama.

Rama juga mengaku kedua anaknya sedang sakit dan menurutnya warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kerap harus dirujuk ke Malinau. Kondisi tersebut dinilai membebani masyarakat karena akses menuju Malinau membutuhkan biaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....