Doa Tolak Bala dan kuliner di Bulan Safar Masyarakat Tidung di Malinau
- 22 Jul 2026 14:19 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Tradisi bebaca doa tolak bala yang dilakukan masyarakat suku Tidung di Kabupaten Malinau masih terus dilestarikan hingga saat ini. Kegiatan yang digelar setiap bulan Safar dalam kalender Islam, khususnya pada Rabu pagi, menjadi bagian dari warisan budaya dan tradisi turun-temurun yang telah dilakukan sejak zaman dahulu.
Mayoritas masyarakat suku Tidung yang beragama Islam meyakini bahwa bulan Safar merupakan bulan yang perlu diisi dengan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari berbagai musibah dan malapetaka. Karena itu, tradisi bebaca doa tolak bala tetap dijaga sebagai bentuk ikhtiar sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah sajian aneka kue tradisional yang disiapkan oleh warga. Di antara berbagai hidangan yang tersedia, ketan dan telur menjadi sajian yang wajib ada. Dalam bahasa masyarakat Tidung, telur yang disajikan dalam kegiatan tersebut dikenal dengan sebutan "penduduk". Selain itu, berbagai jenis kue tradisional lainnya juga turut melengkapi acara.
Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan, Juraidah, kepada RRI mengatakan sejak pagi dirinya bersama kaum ibu lainnya telah bergotong royong mempersiapkan berbagai sajian makanan untuk acara tersebut.
"Kami sejak pagi sudah menyiapkan ketan, telur atau penduduk, serta berbagai kue tradisional lainnya. Setelah semuanya siap, kegiatan diawali dengan pembacaan doa tolak bala dengan harapan di bulan Safar tahun ini kami semua dapat terhindar dari musibah dan malapetaka," ujarnya.
Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat Tidung, bulan Safar sering disebut sebagai bulan yang panas dan identik dengan berbagai cobaan maupun musibah. Oleh karena itu, tradisi doa tolak bala terus dijalankan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Selain mempertahankan nilai-nilai budaya dan keagamaan, tradisi ini juga menjadi sarana pelestarian kuliner khas Tidung. Berbagai kue tradisional yang selalu hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting yang diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Melalui tradisi bebaca doa tolak bala, masyarakat Tidung di Malinau berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta warisan budaya leluhur dapat terus terjaga dan dikenal oleh generasi muda di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....