Syukur dan Haru dalam Perpisahan MTsN Malinau
- 24 Mei 2026 12:43 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, MALINAU - Rasa syukur, terima kasih, dan permohonan maaf disampaikan secara tulus oleh perwakilan orang tua siswa kelas 9 MTsN Malinau, Ibu Septi Aryani, dalam acara pelepasan siswa yang berlangsung penuh haru pagi ini. Mewakili seluruh wali murid, ia menyampaikan pesan mendalam sekaligus doa dan harapan besar bagi para lulusan maupun tenaga pendidik yang telah membimbing anak-anak mereka selama tiga tahun terakhir.
Septi Aryani mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa bahagia dan bangga. Ia menceritakan bahwa awalnya menitipkan putra-putrinya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Malinau dengan satu harapan besar, yaitu agar anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus memiliki akhlak mulia. Harapan itu kini terwujud, karena hari ini mereka dinyatakan lulus dengan hasil yang sangat membanggakan.
"Alhamdulillah, hari ini kami melihat mereka lulus dengan sangat membanggakan. Kepada Bapak dan Ibu Guru, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala kesabaran luar biasa dalam mendidik, membimbing, dan mengarahkan putra-putri kami. Terima kasih atas segala ilmu, perhatian, dan hal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada mereka. Semoga Allah SWT senantiasa membalas segala kebaikan dan pengabdian Bapak/Ibu Guru dengan balasan yang berlipat ganda," ujar Septi Aryani dengan nada penuh penghargaan.
Selain rasa terima kasih, ia juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam mewakili seluruh orang tua. Ia menyadari bahwa selama proses belajar mengajar berlangsung, tidak sedikit dari anak-anak mereka yang mungkin sering melakukan kesalahan, bersikap susah diatur, atau bahkan mengabaikan nasihat dan perintah dari para guru.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama menempuh pendidikan di sini, putra-putri kami sering membuat salah, berbuat kenakalan, sulit diarahkan, atau kurang menghargai arahan Bapak dan Ibu Guru. Kami sadari sepenuhnya hal itu mungkin menguji kesabaran Bapak/Ibu, dan untuk itu kami memohon keikhlasan hati Bapak/Ibu sekalian untuk memaafkan mereka," paparnya.
Kepada para lulusan, Septi memberikan nasihat agar tidak berpuas diri dan berhenti di titik ini saja. Ia mengingatkan bahwa jenjang pendidikan di madrasah ini baru satu bab yang telah usai, sementara perjalanan panjang kehidupan dan penuntutan ilmu masih terbentang luas ke depan.
"Pesan kami untuk kalian: meski masa belajar di jenjang ini telah selesai, semangat kalian tidak boleh padam. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar dan bersekolah, bagaimanapun keadaan dan kondisinya. Tetaplah berjuang sampai cita-cita yang kalian impikan dapat terwujud," pesannya dengan penuh dorongan semangat.
Di akhir sambutannya, Septi Aryani kembali memohon dukungan dan doa restu dari seluruh tenaga pendidik. Doa restu para guru dianggapnya sebagai bekal paling berharga agar ilmu yang telah diterima anak-anak selama ini tidak sekadar menjadi hafalan, namun benar-benar mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Terakhir, kami sekeluarga dan mewakili seluruh wali murid, memohon doa restu Bapak dan Ibu Guru agar putra-putri kami kelak mampu mengamalkan ilmu yang telah didapat di sini. Harapan kami, mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi lingkungan, bagi agama, serta bagi bangsa dan negara tercinta," pungkasnya mengakhiri sambutan yang disambut tepuk tangan hangat seluruh hadirin.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....