Malinau Buktikan Perbatasan Bisa Jadi Contoh Gerakan Literasi

  • 20 Mei 2026 17:18 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau — Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, akan menghadiri forum gelar wicara bertajuk “Cerita dari Perbatasan : Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi di Malinau, Kalimantan Utara” di Kantor INOVASI Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Kehadiran Ny. Maylenty dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam memperkuat pembangunan literasi hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman.

Ia menegaskan bahwa perannya tidak sebatas simbol, tetapi juga menghadirkan dampak nyata melalui berbagai kebijakan dan program penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Malinau.

Penguatan literasi yang dilakukan Pemkab Malinau dinilai menjadi praktik yang layak dibagikan kepada masyarakat luas. Jadi, pengalaman Malinau dalam membangun budaya membaca dan gerakan literasi masyarakat akan dipaparkan dalam gelar wicara sebagai inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Artinya Malinau dipilih karena mampu membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan meski memiliki tantangan geografis cukup berat. Sebagian besar wilayah Malinau masih didominasi hutan alam dengan akses antardesa yang tidak mudah.

Namun di tengah keterbatasan tersebut, literasi justru tumbuh menjadi gerakan sosial berbasis masyarakat yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Gerakan literasi di Kabupaten Malinau kini menunjukkan perkembangan signifikan. Pada periode 2025–2026, tercatat sebanyak 96 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan total 768 pegiat literasi tersebar di berbagai desa dan kecamatan.

Melalui forum gelar wicara tersebut, pembangunan literasi yang diterapkan di Kabupaten Malinau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (Ryan)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....