Warga Pujungan Harapkan Akses Jalan Darat Dibangun

  • 13 Feb 2026 13:33 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Kepala Desa Pujungan, Wiratama Jalung, menyoroti keterbatasan akses transportasi sebagai tantangan utama pembangunan di pedalaman dan perbatasan Kabupaten Malinau.

Hingga kini, mobilitas masyarakat masih bergantung pada jalur sungai sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok.

Wiratama menjelaskan akses menuju Pujungan hanya dapat ditempuh melalui transportasi sungai menggunakan long boat. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan besar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayahnya.

“Untuk saat ini yang kita butuhkan adalah akses jalan darat, karena Pujungan merupakan wilayah perbatasan dan akses kami hanya melalui jalur sungai,” ujarnya saat ditemui dalam momen pelantikannya sebagai salah satu Kades PAW di Malinau, Jumat (13/2/2026).

Ia menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah dalam membuka akses darat. Hal ini diyakini dapat membuka konektivitas wilayah sekaligus menurunkan biaya logistik yang selama ini membebani masyarakat.

Ketergantungan pada transportasi sungai menyebabkan harga kebutuhan pokok di Pujungan relatif tinggi dibandingkan wilayah lain. “Karena akses hanya melalui sungai, semua kebutuhan menjadi sangat tinggi harganya, dari sembako sampai BBM, BBM bisa sampai Rp20.000 per liter. Ini menjadi salah satu kesulitan masyarakat di Pujungan,” katanya.

Ia berharap pembangunan jalan darat dapat menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya memperlancar distribusi barang, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Apabila jalan darat ini dibangun, dengan sendirinya ekonomi masyarakat akan berkembang,” imbuhnya.

Wiratama juga mengharapkan sinergi lintas tingkatan pemerintahan agar aspirasi pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dapat segera direalisasikan. Apalagi pembangunan akses darat menjadi kebutuhan mendesak guna memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman dengan pusat-pusat ekonomi di Kabupaten Malinau. (Ading/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....