‎Warga Penyanggah TNKM Dorong Kembalinya Program Edukasi SAUNG

  • 25 Nov 2025 18:49 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Masyarakat adat di Kecamatan Bahau Hulu mendorong supaya Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) kembali mengaktifkan program Sekolah Alam Ujung Negeri (SAUNG), kegiatan edukasi non-formal yang sebelumnya berjalan aktif, terakhir tahun 2019.

‎Masyarakat menilai program tersebut memberikan dampak positif bagi penguatan pengetahuan anak-anak di wilayah penyangga TNKM, terutama mengenai konservasi dan lingkungan hidup.

‎SAUNG merupakan program inisiasi Balai TNKM yang dirancang untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan, mengenali keanekaragaman hayati, serta memahami nilai-nilai konservasi.

‎Selain mempelajari lingkungan, peserta didik juga dibekali kemampuan menggunakan perangkat teknologi seperti komputer dan GPS. Namun program ini terhenti akibat pandemi Covid-19 serta perubahan struktur organisasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

‎Kepala Adat Besar Bahau Hulu, Baya Ajang, menyampaikan langsung permintaan pengaktifan kembali SAUNG dalam pertemuannya dengan Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito di Desa Long Alango.

‎Ia menilai SAUNG memberi pengetahuan tambahan yang tidak diperoleh di sekolah formal. Ia juga meminta agar materi tentang kawasan TNKM, potensi hutan, hingga nilai-nilai konservasi diperkuat apabila program kembali berjalan.

‎“Kami sebagai orang tua tentu senang dan bangga dengan adanya Saung beberapa tahun lalu. kami berharap Saung ini kembali dilaksanakan karena menambah ilmu anak-anak kami,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

‎Senada dengan itu, Sumardi, warga Bahau Hulu yang juga Sekretaris Desa Long Alango berharap peserta dari jenjang SMA juga dapat dilibatkan dengan materi lapangan seperti pengenalan satwa dan tumbuhan langsung di kawasan TNKM.

“Mungkin yang pertama perlu disiapkan tempatnya dulu, kemudian libatkan juga anak-anak jenjang SMA. Kalau yang SMA mungkin bisa langsung ke lokasi seperti di Lalut Birai,” tuturnya.

‎Menanggapi permintaan masyarakat, Seno Pramudito, merespon baik harapan tersebut. Ia juga sepakat program ini penting untuk memperkenalkan peran taman nasional kepada generasi muda yang tinggal di kawasan perbatasan negara sekaligus penyangga TNKM.

‎“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, bagi generasi muda, penting untuk mengetahui apa itu taman nasional, apa fungsi taman nasional dan apa peran taman nasional,” tegasnya.

‎Sebelumnya, SAUNG memanfaatkan Visitor Center SPTN II Long Alango sebagai ruang belajar. Metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter anak-anak yang tinggal dekat kawasan hutan.

‎Termasuk pengenalan terhadap pengetahuan lokal tentang bagaimana leluhur menjaga dan memanfaatkan hutan secara lestari. Masyarakat berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diwariskan dan diperkuat melalui pendidikan non-formal yang relevan dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....