Warga Harus Pahami Bahaya Terorisme dan Radikalisme
- 14 Agt 2025 21:55 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Ancaman Teroris dan bahaya radikalisme di wilayah Kabupaten Malinau ternyata masih menjadi perhatian utama dari aparat TNI. Khususnya dari Kodim 0910/Malinau.
Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125 Wilayah Perbatasan Kodim 0910/Malinau terus membangun dan memperkuat memperkuat ketahanan masyarakat pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme dilingkungan sekitarnya.
"Salah satunya melalui penyuluhan tentang bahaya terorisme dan radikalisme yang yang kita laksanakan di Kantor Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Kamis (14/8/2025), " ujar Pasiter Kodim 0910/Malinau, Kapten Arm Jujuk Adi Pracoyo.
Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada warga tentang ancaman nyata terorisme dan radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa.
"Materi yang disampaikan meliputi pengertian radikalisme, ciri-ciri paham yang mengarah pada aksi teror, cara penyebarannya, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat, " jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, dan peserta diberikan kesempatan bertanya dan berbagi pengalaman terkait isu-isu intoleransi dan perpecahan di masyarakat. Warga juga diajak untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga keutuhan NKRI.
Pentingnya kesadaran kolektif dalam menangkal pengaruh negatif ditengah masyarakat dalam menciptakan suasana keamanan di desa, kecamatan-kecamatan hingga tingkat Kabupaten.
Dengan adanya kegiatan ini, Satgas TMMD Kodim 0910/Malinau berharap masyarakat Desa Tanjung Lapang tidak hanya kuat secara fisik melalui pembangunan infrastruktur.
"Tetapi juga tangguh secara mental dan ideologi untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan dan keamanan negara, " ujarnya.
Dikatakan, terorisme dan radikalisme tidak mengenal batas usia maupun wilayah. Oleh karena itu, kewaspadaan harus dimiliki setiap warga. "Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat mampu mengenali dan melaporkan potensi ancaman sejak dini,” tukasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....