Temu Pemuda Inspiratif Dihadiri 50 Orang Perwakilan Ormas

  • 01 Agt 2025 14:29 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Temu Pemuda Inspiratif (TEPI) digelar dalam bentuk dialog bersama para pemuda Malinau daari berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Malinau. Dengan mengangkat tema "Dari Tepi, Kami Menjaga Negeri", kegiatan digelar pada Kamis (31/7/2025) malam di Altri Kafe & Restautant Jl. Raja Alam Malinau Kota.

Koordinator Ruang Muda Malinau, Julian Justinus yang menginisiasi dialog pemuda Malinau lebih menekankan tentang pentingnya peran pemuda dalam menyikapi hal atau isu yang terjadi di daerah. Yakni lebih mengajak para pemuda Malinau bersikap kritis, sopan dan solutif. Artinya, pemuda atau organisasi pemuda tidak hanya mengkritisi tetapi juga harus memberikan solusi terbaik dalam mengatasi masalah di daerah. "Karena itu, melalui temu pemuda Malinau ini para pemuda dari sejumlah organisasi kepemudaan di Malinau kita ajak dialog bersama, " ujarnya.

Mengawali dialog pemuda ini, Willy Bardus, dari organisasi Pemuda Katholik di Malinau menyampaikan apresiasi kepada Ruang Muda Malinau yang telah menginisiasi dialog dan diskusi di kalangan pemuda Malinau seperti ini.

Dirinya berharap agar ke depan bisa bergantian dari organisasi pemuda sebagai tuan rumah untuk berkumpul dan berdialog langsung membahas tentang situasi Malinau.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak perlu mewah, yang penting bisa berdiskusi dan saling bertukar informasi. Semua bisa menykapi persoalan yang terjadi di daerah ini. Pemuda harus menyikapi isu-isu strategis apa saja yang ada di daerah.

"Hasil diskusi atau dialog ini lah yang yang nanti menjadi pemikiran bersama untuk rekomendasi atau aspirasi dan sikap pemuda, " ujarnya.

Briyan, Ketua BMKI Malinau mengajak pemuda Malinau untuk lebih peduli dengan kondisi daerah sendiri dan menyuarakan kondisi wilayah Perbatasan yang ada di Malinau. Khususnya terkait jaringan akses internet untuk pengembangan SDM masyarakat perbatasan. Termasuk juga masalah insfrastruktur untuk kemajuan masyarakat di wilayah perbatasan. Kita sebagai pemuda Malinau ini harus tanggal terhadap persoalan dan masalah perbatasan. Terlebih, perbatasan sebagai beranda depan NKRI, " tuturnya.

Sementara itu, Shalahuddin Al-Ayyubi, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (Pengcab GP) Ansor Malinau menilai, kegiatan ini sangat positif bagi pemuda. Terutama dalam kaitannya masalah narkoba yang baru-baru ini selama bulan Juni ini sudah tertangkap hingga lebih 20 kg narkoba.

Banyak masyarakat yang mungkin tahu tapi tidak berani menyampaikan atau melaporkan kepada aparat penegak hukum karena takut tidak jaminan keamanan terhadap diri dan keluarganya. "Jadi, organisasi pemuda ini lah yang harus bersatu dan saling mendukung satu sama lain untuk memerangi narkoba dan masalah lain untuk mendapatkan jalan terbaik ke depan, " tukasnya.

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang belangsung sekitar dua jam itu, terdapat beberapa kesimpulan yang disepakati bersama. Antara lain, seperti yang disampaikan koordinator Ruang Muda Malinau, Julian Juatinus, kegiatan ini harus digelar secara rutin dan secara bergantian di setiap organisasi sebagai tuan rumah atau penyelenggara.

Kemudian perlu menetapkan satu topik atau isu strategis untuk dibahas secara bersama dan harus menghadirkan lembaga pengampu atau yang mengampu terkait sesuai tema yang dibahas dalam setiap pertemuan.

"Sehingga aspirasi dan emosi serta hasil pemikiran pemuda ini bisa tersalurkan dan ditindaklanjuti," tukasnya.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....