Subsidi Rp44,99 Miliar, Layani 7 Bandara Perintis Malinau

  • 16 Jul 2025 16:03 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Pemerintah Kabupaten Malinau mengalokasikan anggaran APBD hingga Rp44,99 miliar melalui skema Subsidi Ongkos Angkut (SOA) udara untuk penerbangan perintis menuju wilayah pedalaman dan perbatasan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, layanan ini dilaksanakan bekerja sama dengan maskapai Smart Air, mencakup tujuh bandara yang tersebar di daerah terpencil.

‎Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Malinau, Erly Sumiati, menjelaskan bahwa sistem kontrak tahun ini menggunakan pendekatan sewa per jam terbang, bukan per rute. “Dengan pola ini, kita punya fleksibilitas tinggi. Armada bisa kita geser ke titik mana pun tergantung kebutuhan, selama masih dalam tujuh wilayah yang sudah ditentukan,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

‎Terdapat dua jenis armada yang digunakan, yakni pesawat Karavan dan Pilatus. Untuk dua rute utama, yakni Long Ampung di Kecamatan Kayan Selatan dan Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh, digunakan pesawat Karavan yang berkapasitas lebih besar.

‎Kedua wilayah ini dinilai memiliki fasilitas bandara yang lebih representatif, sehingga mampu mengakomodasi pesawat berkapasitas lebih besar. “Long Ampung kita alokasikan lima kali seminggu karena bandara ini melayani dua kecamatan sekaligus, yaitu Kayan Hulu dan Kayan Selatan, sedangkan Mahak Baru tiga kali per minggu,” tambah Erly.

‎Sementara itu, lima rute lainnya, Pujungan, Bahau Hulu, Data Dian, Long Sule, dan Long Pala, dilayani dengan armada Pilatus. Frekuensi penerbangan bervariasi, seperti Data Dian tiga kali seminggu, Pujungan dan Bahau dua kali, serta Long Pala satu kali.

‎Khusus wilayah Bahau dan Pujungan, transportasi sungai juga masih beroperasi sebagai penunjang akses. Total anggaran untuk subsidi ongkos angkut udara mencapai Rp44,99 miliar, menjadi komponen terbesar dari belanja subsidi transportasi dalam APBD Malinau 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....