Satu Kecamatan Satu Sanggar, Bangun Pewaris Budaya jelang Irau 2027

  • 04 Okt 2026 12:07 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau — Harapan besar tertanam pada langkah muda yang mulai menapak ke panggung. Dalam pembukaan Rapat Kerja Tahunan Lembaga Adat Besar Dayak Punan 2026 di BPU Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Jumat (2/10/2026), Ketua Lembaga Adat Besar, Elison, S.Pd., M.Pd., menyoroti penampilan anak-anak Sanggar Seni Kabut Ayoy sebagai permulaan yang membanggakan.

"Anak-anak tadi tampil, meski dikatakan 'belum sebur jagung', namun inilah benih yang mulai tumbuh. Sebenarnya ada lima sanggar seni yang telah kami bentuk, hari ini satu yang tampil. Pemusiknya pun masih belajar, namun semangat itulah yang menjadi harapan kita," ujar Elison.

Demi menjaga kelestarian budaya dan mempersiapkan pewaris seni, dicanangkan program satu kecamatan satu sanggar seni — sehingga kesembilan kecamatan di Kabupaten Malinau masing-masing memiliki wadah pembinaan seni budaya Dayak Punan. Program ini ditargetkan berjalan secara matang menjelang perhelatan Irau 2027.

Tujuannya sederhana namun mendasar: agar budaya tidak menjadi milik segelintir orang di satu tempat saja, melainkan hidup di setiap penjuru daerah. Tak perlu kesulitan mencari penari atau pemusik saat ada acara — karena di setiap kecamatan sudah tumbuh kelompok yang siap tampil, berlatih, dan mengembangkan karya. Generasi muda tumbuh mengenal tarian, musik, dan cerita leluhur sejak dini, sehingga kebanggaan menjadi bagian dari identitas mereka yang tak terpisahkan.

Langkah ini bukan sekadar persiapan pesta, melainkan investasi jangka panjang: memastikan budaya tetap hidup, dinamis, dan diwariskan secara utuh kepada mereka yang akan meneruskan perjalanan. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....