Masyarakat Diajak Tinggalkan Kebiasaan yang Mengalangi Kemajuan
- 04 Okt 2026 11:28 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan yang dapat menghalangi kemajuan.
"Kebiasaan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti maju. Jika kebiasaan justru membawa kita mundur, mengapa harus dipertahankan," pesan bupati dalam Rapat Kerja Lembaga Adat Dayak Punan Kabupaten Malinau di Respen Tubu, Jumat (2/10/2026)
Ia menegaskan masyarakat haris berani mengubah pola pikir dan cara hidup. Bupati pun nenceritakan pengalaman nyata saat melakukan kunjungan ke wilayah pedalaman yang dulu dianggap tidak mungkin dilakukan setelah pukul 17.00 Wita.
Kini terbukti dapat berjalan hingga pukul 21.00 Wita. Bukan karena hal lain, melainkan memanfaatkan penerangan dan berani mengubah kebiasaan lama. "Kita tidak boleh terbiasa dengan keterbatasan, lalu menjadikannya budaya," tegasnya.
Hal yang sama berlaku bagi kekayaan alam. Dulu mencari kayu gaharu relatif mudah, kini harus menempuh perjalanan jauh bahkan hingga ke wilayah luar negeri. Bukan karena hutan habis, melainkan karena diambil terus-menerus tanpa ditanam kembali. Bahkan cara pengambilannya pun seringkali tidak benar.
Pemilik hutan pun membiarkan hal itu terjadi, sehingga sumber pendapatan yang seharusnya abadi perlahan hilang. "Sembilan tahun lalu saya sudah berpesan: ambillah bibit gaharu, tanamlah di sekitar rumah. Siapa tahu itulah yang kelak memberi penghidupan bagi keluarga kita," ungkapnya.
Beberapa hari yang lalu, saat kembali dari kunjungan kerja Long, warga menunjukkan hasilnya. Di kiri dan kanan rumah tumbuh pohon gaharu yang sudah besar, sudah bernilai, dan sudah menghasilkan. Dibakar sedikit, aromanya terlihat, gaharu yang ditanam sendiri itu kini menjadi kekayaan nyata.
"Inilah peluang yang ada di tangan kita. Anak-anak kita kelak tidak perlu jauh-jauh ke hutan jika kita menanamnya di depan mata sendiri. Hutan tetap dijaga, namun sumber kehidupan juga didekatkan," pesannya.
Bupati Malinau juga mengingatkan kepada warga dayak punan agar jangan mengambil yang belum jatuh dan jangan merusak hal masih muda. "Jadi tanam, rawat, biarkan tumbuh, maka kekayaan itu akan kembali kepada kita, di tempat yang sama, di rumah sendiri," tuturnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....