Raker Lembaga Adat Dayak Punan Fokus Empat Pilar
- 04 Okt 2026 11:00 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Rapat Kerja (Raker) Lembaga Adat Besar Dayak Punan Kabupaten Malinau Tahun 2026 fokus pada empat pilar. Hal itu selaras dengan tema "Sinergi Masyarakat Adat Dayak Punan dalam Menjaga Nilai Budaya dan Mendukung Pembangunan Daerah Menuju Malinau Maju dan Berbudaya".
Ketua Lembaga Adat Besar Dayak Punan Kabupaten Malinau, Elison, S.Pd., M.Pd., mengatakan forum ini menjadi landasan langkah strategis organisasi.
Pertama yaitu Perlindungan dan Pemetaan Wilayah Adat. Hutan dan sungai adalah jati diri peradaban Punan. Inventarisasi maupun pemetaan wilayah harus dipercepat agar identitas serta hak atas tanah leluhur tidak luntur ditelan zaman.
Kedua, Penguatan Hukum dan Kelembagaan Adat. Lembaga adat harus menjadi benteng moral dan hukum bagi masyarakat. Hukum adat perlu disesuaikan agar tetap relevan dan adil menyelesaikan sengketa sosial. "Kapasitas pengurus di tingkat desa dan kecamatan diperkuat agar fungsi kontrol sosial berjalan optimal," katanya.
Ketiga adalah Peningkatan SDM dan Pendidikan Generasi Muda. Generasi penerus harus maju dalam pendidikan dan teknologi, namun tidak kehilangan jati diri. Dicanangkan pembentukan satu sanggar seni di setiap kecamatan pada 2027 agar budaya hidup dan tidak kesulitan mencari pewaris. "Pendidikan tinggi harus beriringan dengan kebanggaan menjadi orang Punan yang menjaga adat," jelasnya.
Terakhir, Elison menyebut Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas. Kerajinan tangan, hasil hutan bukan kayu, hingga ekowisata berbasis budaya dikelola secara profesional dan memanfaatkan kekayaan alam tanpa merusaknya. "Ini tugas besar, namun dengan kemauan kuat, langkah demi langkah akan terwujud," ungkapnya.
Di akhir sambutan, Elison menyampaikan harapan agar gedung bekas PNPM yang menjadi tempat kegiatan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malinau. Gedung ini strategis dan sering dipakai warga, namun kondisinya sudah tidak layak, banyak lubang dan kerusakan. Jadi layak direvitalisasi menjadi ruang kegiatan yang representatif.
"Lembaga adat berkomitmen penuh berjalan beriringan dengan pemerintah daerah. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan, mari kita bangun Malinau yang maju sekaligus berbudaya," tuturnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....