TP PKK dan Dekranasda Malinau Dorong Batik Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga

  • 25 Agt 2026 20:13 WIB
  •  Malinau
RRI.CO.ID,Malinau – Ketua TP PKK sekaligus Dekranasda Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, S.E., mendorong pengembangan keterampilan membatik sebagai salah satu upaya menggali potensi budaya sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan pelatihan membatik oleh Bupati Malinau di Rumah Batik Malinau, Senin (24/8/2026).
Ny. Maylenty mengatakan, pelatihan membatik tahun ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Jika biasanya momentum kemerdekaan diisi dengan berbagai kegiatan keramaian rakyat, TP PKK dan Dekranasda memilih mengisinya dengan kegiatan yang mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Pada tahun ini kita ambil tema bagaimana membudidayakan, memberdayakan, dan menggali potensi yang ada di Kabupaten Malinau, khususnya dalam membatik,” ujarnya.
Ia berharap para peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. TP PKK dan Dekranasda telah menyiapkan tempat di Rumah Batik Malinau agar peserta dapat terus berlatih dan memperdalam keterampilan secara mandiri.
Menurutnya, peluang ekonomi dari usaha membatik cukup besar apabila ditekuni secara serius. Karena itu, peserta didorong tidak hanya mampu menghasilkan batik, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber pendapatan keluarga.
“Kalau diseriusin, besar sekali pemasukan dan hasil dari membatik. Tentunya dengan harapan dari pelatihan, hasil dan penjualan ada peningkatan ekonomi dalam keluarga si pembatik,” katanya.
Pelatihan kali ini melibatkan perwakilan dari 11 etnis di Kabupaten Malinau, dengan masing-masing dua peserta sehingga total 22 peserta. Selain itu, terdapat 10 peserta milenial yang mengikuti pelatihan berdasarkan minat dan kemauan sendiri.
Ny. Maylenty menyebut antusiasme masyarakat sebenarnya cukup tinggi. Banyak calon peserta yang ingin mengikuti pelatihan, namun jumlah peserta harus dibatasi karena keterbatasan tempat.
Karena itu, Dekranasda dan TP PKK Malinau berencana membuka kelas pelatihan secara mandiri bagi masyarakat yang ingin terus belajar membatik dengan biaya sendiri.
Tak hanya pelatihan, Rumah Batik Malinau juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar sekaligus mendapatkan penghasilan dari proses produksi batik. Setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengecapan, pewarnaan hingga penguncian warna, telah memiliki perhitungan upah.

Ny. Maylenty berharap program tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak pembatik dari berbagai etnis maupun kalangan generasi muda di Kabupaten Malinau
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....