Malinau Fokus Lahirkan Pembatik Baru yang Kreatif Kembangkan Motif Khas Daerah
- 19 Agt 2026 17:42 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui PKK dan Dekranasda menaruh harapan besar agar seluruh peserta pelatihan membatik mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, menggali ilmu, dan berkomitmen melanjutkan keterampilan yang dipelajari.
"Fokus utama kami adalah pembinaan perajin melalui pelatihan teknik membatik, pewarnaan, serta peningkatan kualitas produk. Selain itu, kita ingin mengembangkan motif khas Malinau yang mengangkat budaya, kekayaan alam, dan flora setempat," kata Maylenty Wem;pi, ketua Dekranasda Malinau yang juga ketua TP PKK kabupaten Malinau saat membuka pelatihan membatik pada Selasa (18/8/2026) pagi di rumah batik Malinau RT 14 desa Malinau Kota.
Melalui pelatihan ini, kata Maylenty Wermpi, eserta didorong berkreasi dengan mengambil inspirasi dari kearifan lokal: mulai dari motif khas suku-suku di Malinau, jenis ikan, siput, hingga kekayaan pepohonan yang ada di wilayah ini. "Kita tidak boleh lepas dari ciri khas Malinau, agar batik ini benar-benar menjadi identitas daerah kita," tegasnya menyampaikan pesan Bupati Malinau kepada peserta pelatihan dan instruktur pelatihan membatik dalam rangkaian memeriahkan HUT ke-81 RI tahun 2026 ini.
Maylenty Wempi juga menegaskan, bahwa kegiatan ini secara khusus melibatkan generasi milenial demi tujuan regenerasi perajin disamping utusan dari 11 etnis lokal yang ada asli di Kabupaten Malinau . "Kami khawatir jika hanya didominasi kelompok usia tua, selain keterbatasan fisik juga kreativitas cenderung lebih terbatas. Generasi muda justru kaya ide, asalkan tetap mengembangkan karya asli dan tidak sekadar meniru langsung dari kecerdasan buatan," jelasnya.
Selain teknik dasar, peserta juga dibekali pengetahuan peningkatan desain dan inovasi produk, tidak hanya berupa kain batik, melainkan juga busana dan barang berguna lainnya. Pelatih yang juga berlatar belakang penjahit akan membimbing penempatan motif agar lebih indah dan efisien, sehingga tidak ada bahan yang terbuang percuma.
"Seluruh karya hasil pelatihan nantinya akan dipromosikan bersama dan tidak dibawa pulang secara pribadi, agar menjadi bukti nyata perkembangan batik Malinau dan siap dipasarkan serta ditampilkan di berbagai ajang," pungkasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....