Peringati Kemerdekaan, Dekranasda Gelar Pelatihan Membatik

  • 19 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Pelatihan Membatik, Dekranasda Malinau Lestarikan Budaya

RRI.CO.ID, Malinau : Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau menggelar pelatihan membatik.

Pelatihan ini dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi dengan mengusung tema “Berkarya dengan Kreativitas, Melestarikan Warisan Budaya" di Rumah Batik, Kecamatan Malinau Kota, Selasa (18/8/2026) pagi.

Peserta dua orang dari masing-masing suku atau etnis di Kabupaten Malinau, yakni Lundayeh, Kenyah, Tidung, Kayan, Sa’ban, Bulungan, Tahol, Punan, Abai, Tingalan dan Bulusu. Selain itu, kegiatan juga melibatkan perwakilan pemuda milenial Malinau. "Pelatihan dilaksanakan selama enam hari, 18 hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempelajari teknik membatik sekaligus menggali potensi motif khas daerah," kata Maylenty Wempi.

Ia menegaskan bahwa pelatihan membatik tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Para peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius sehingga mampu menghasilkan karya dan mengembangkan keterampilan membatik di Kabupaten Malinau.

“Harapan kami kegiatan ini bukan hanya seremonial atau pelatihan biasa. Kami ingin pembatik-pembatik baru muncul lagi di Malinau, kegiatan membatiknya dilakukan di Malinau, pekerjanya masyarakat Malinau dan hasilnya juga kembali untuk masyarakat Kabupaten Malinau,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, agar setiap suku di Kabupaten Malinau dapat memunculkan motif batik khas masing-masing. Motif tersebut diharapkan mampu merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus karakter masyarakat Malinau.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya membatik. “Kami melibatkan milenial karena kami berharap muncul ide-ide baru dan kreativitas baru. Jangan sampai pembatik kita hanya dari generasi yang sudah tua, tetapi anak-anak muda Malinau juga harus mengambil bagian dalam melestarikan budaya,” ujarnya.

Maylenty berharap pelatihan tersebut menjadi langkah nyata untuk melahirkan perajin batik baru di Kabupaten Malinau, memperkuat identitas budaya daerah, mengembangkan motif khas setiap suku, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda Malinau mendorong agar keterampilan membatik tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi dan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Malinau secara lebih luas.," tuturnya. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....