Pawai Budaya, Lomba Permainan Rakyat Diajukan Jadi Olahraga Tradisional Sekolah
- 11 Agt 2026 10:20 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau, Dr. Christian, M.Si., melaporkan sejumlah langkah strategis penyelenggaraan kegiatan Eraul 2026, terutama dalam melestarikan permainan rakyat yang mulai terancam punah.
Kegiatan permainan rakyat yang diperlombakan dalam Eraul nantinya akan dijadikan bagian wajib pembinaan olahraga tradisional di tingkat sekolah. "Permainan ini nyaris punah. Kami yang dulu pernah memainkannya pun kini sudah mulai lupa aturan mainnya. Oleh karena itu, kami telah menyusun kembali tata cara dan model permainannya agar dapat diajarkan kembali kepada generasi muda," ujarnya.
Mengingat waktu persiapan yang terbatas menjelang pelaksanaan pada bulan Oktober, pihaknya menghindari proses pengadaan yang memakan waktu. Peralatan yang dapat dibawa peserta masing-masing wajib dibawa sendiri, sedangkan perlengkapan lainnya yang tidak membutuhkan biaya besar akan diupayakan secara sukarela. "Selain permainan rakyat, dalam rangkaian Festival Budaya terdapat enam kategori lomba bidang kesenian, antara lain lomba tari pesisir, tari kedalaman, dan cipta lagu daerah," ungkapnya.
Salah satu hal baru yang diusulkan adalah Pawai Budaya Tradisional. Kegiatan ini merespons arahan Sekretaris Daerah yang berharap pawai tidak sekadar berjalan, tetapi menampilkan pakaian adat yang benar-benar otentik dan sesuai dengan identitas masing-masing etnis. Pawai ini akan diikuti oleh 10 etnis yang ada di Kabupaten Malinau, dengan tiga kategori peserta: antar-etnis/paguyuban, antar-satuan kerja perangkat daerah, dan antar-sekolah.
"Kami sangat mengharapkan dukungan Bapak Sekda, terutama dalam penyediaan hadiah serta kebutuhan makan minum bagi peserta pawai budaya yang anggarannya cukup besar," harapnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....