Harga Emas Antam Terkoreksi Rp15.000 usai Stagnan

  • 07 Jul 2026 09:48 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam mengalami koreksi Rp15.000 per gram pada Selasa (7/7/2026), turun dari Rp2.670.000 menjadi Rp2.655.000 per gram.
  • Harga buyback juga ikut turun Rp15.000 menjadi Rp2.414.000 per gram setelah sebelumnya mengalami penguatan tiga hari beruntun.
  • Investor menilai koreksi ini wajar karena emas memasuki tren bearish setelah mencetak all time high (ATH) di awal tahun dan fase koreksi dapat menjadi peluang investasi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam terkoreksi Rp15.000 pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Harga emas Antam bergeser dari Rp2.670.000 sejak akhir pekan lalu menjadi Rp2.655.000 per gram, berdasarkan perubahan pukul 08.35 WIB hari ini.

Harga buyback juga ikut turun Rp15.000 menjadi Rp2.414.000 per gram. Koreksi ini terjadi setelah harga emas sempat stagnan pada awal pekan. Sebelumnya, emas mencatat penguatan tiga hari beruntun pada pekan lalu.

Investor emas di Malinau, Indra, menilai koreksi tersebut merupakan hal yang wajar. Ia menyebut pasar emas tengah memasuki tren bearish setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di awal tahun.

"Menurut saya, karena emas saat ini memasuki tren bearish setelah mencetak rekor terus, bahkan ATH di awal tahun, wajar saja sekarang ada fluktuasi di jangka pendek," ujar Indra.

Ia menambahkan, tren positif pekan lalu membuat fase koreksi saat ini logis terjadi. Menurutnya, penguatan tiga hari beruntun secara alami akan diikuti fase kontraksi harga.

"Tapi menurut saya masih berpotensi fluktuatif ya kedepannya, saya rasa semua yang nabung emas sudah tahu harus ngapain," kata Indra.

Ia menyarankan investor tetap fokus pada tujuan jangka panjang di tengah kontraksi harga saat ini. Menurutnya, momen koreksi semacam ini justru dapat menjadi peluang membeli emas.

"Kebetulan ini trennya kontraksi, ya kesempatan untuk serok," ujar Indra menutup pernyataannya.

Pergerakan harga emas Antam kerap menjadi acuan masyarakat dalam berinvestasi logam mulia. Fluktuasi harian dipengaruhi sentimen pasar global maupun kondisi ekonomi domestik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....