Emas Antam Turun Rp10.000, Investor Sarankan Tahan Jual

  • 10 Jun 2026 20:06 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp10.000 per gram pada Selasa (9/6/2026) menjadi Rp2.733.000 per gram, sementara harga buyback turun Rp13.000 menjadi Rp2.527.000 per gram.
  • Investor emas di Malinau menilai koreksi harga saat ini dapat menjadi peluang membeli bagi masyarakat yang memiliki dana dingin untuk investasi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali mengalami pelemahan pada Selasa (9/6/2026). Setelah sempat naik Rp5.000 per gram sehari sebelumnya, harga logam mulia kini turun Rp10.000 per gram.

Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.18 WIB, emas Antam berada di posisi Rp2.733.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali turun Rp13.000 menjadi Rp2.527.000 per gram.

Penurunan ini melanjutkan pergerakan harga emas yang masih berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah investor menilai kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk melepas kepemilikan emas, terutama bagi investor jangka panjang.

Seorang investor emas di Malinau, Fivi, mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjual emas, khususnya bagi masyarakat yang membeli saat harga berada di level tertinggi pada awal tahun.

"Menurut saya sekarang bukan saatnya untuk jual, apalagi bagi yang sempat beli di harga puncak pada Januari. Kalau tidak benar-benar butuh dana, tidak perlu menjual emas," ujarnya.

Ia menilai penjualan pada kondisi harga yang lebih rendah berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemilik emas. Karena itu, keputusan menjual sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing.

"Kalau tujuan menabungnya memang sudah harus diwujudkan, tentu bisa dipertimbangkan untuk dijual. Tapi kalau tidak mendesak, bakal rugi banget kalau dilepas sekarang," katanya.

Di sisi lain, Fivi melihat koreksi harga justru dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menambah investasi emas. Namun, pembelian tetap perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan dan jangka waktu investasi.

"Justru sekarang waktunya untuk beli kalau punya dana dingin, atau dana yang memang bukan untuk kebutuhan sehari-hari maupun keperluan dalam waktu dekat," ucapnya.

Menurutnya, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Oleh karena itu, masyarakat disarankan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena pergerakan harga harian.

"Kuncinya tetap di perencanaan keuangan. Kalau dananya tidak akan dipakai dalam waktu dekat, penurunan harga seperti sekarang bisa menjadi kesempatan untuk menambah tabungan emas," kata Fivi. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....