Kabut Asap dan Keterbatasan Alat Cuaca Jadi Tantangan Layanan Penerbangan
- 19 Sep 2026 16:36 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Kabut asap dan keterbatasan alat cuaca menjadi tantangan utama layanan penerbangan di perbatasan. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Pembantu AirNav Indonesia Kabupaten Malinau, Ilham Fathurrahman.
"Tantangan kabut asap dan keterbatasan peralatan cuaca, sekaligus memastikan fasilitas navigasi tetap aman dan memadai menjadi tantangan," ujarnya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Perhubungan ke-55 Tahun 2026, Jumat (18/9/2026).
Kendala paling nyata belakangan ini adalah kondisi kabut asap yang sering melanda wilayah Malinau. Asap tersebut diketahui berasal dari provinsi atau daerah lain, sehingga di luar kendali setempat. Dampaknya cukup signifikan, beberapa penerbangan yang seharusnya mendarat terpaksa dibatalkan atau dialihkan (divert) ke bandara terdekat karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan pendaratan.
"Konektivitas antara pengguna jasa dan AirNav sebenarnya sudah cukup baik. Namun yang masih perlu diperbaiki adalah pemberian informasi cuaca. Saat ini kita hanya mengandalkan alat bantu AWOS milik BMKG, dan sesekali alat tersebut juga mengalami kerusakan. Keterbatasan ini membuat pelayanan kami belum optimal dan kadang kurang diterima oleh pengguna jasa," jelas Ilham.
Keterbatasan data cuaca yang akurat dan terkini menjadi salah satu hal paling mendesak untuk ditingkatkan demi keselamatan maupun keteraturan penerbangan.
Meskipun tidak memiliki fasilitas navigasi canggih seperti DVOR atau ILS, Ilham menegaskan bahwa hal tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak karena jenis pesawat yang beroperasi di Malinau paling besar adalah ATR 72.
AirNav Malinau telah menyusun prosedur RNP (Required Navigation Performance) yang memungkinkan pesawat melakukan pendekatan pendaratan dengan aman dan presisi tanpa memerlukan peralatan tersebut di darat.
"Secara fisik peralatan navigasi tersebut memang tidak ada, tetapi kami sudah menyediakan prosedur pendekatan yang terstandar dan teruji. Fasilitas rencana penerbangan juga sudah terkoneksi secara nasional melalui sistem Web Flight Plan, sehingga informasi penerbangan dari dan ke Malinau dapat diakses secara langsung oleh Tarakan maupun Balikpapan," bebernya.
Meskipun tidak memiliki peralatan navigasi canggih, pelayanan tetap aman dan terhubung dengan baik ke seluruh jaringan penerbangan nasional.
Ilham berharap pelayanan AirNav dapat terus mendapat umpan balik yang membangun dari masyarakat dan para pengguna jasa agar kualitas pelayanan semakin meningkat. Dalam rangka mendekatkan diri kepada masyarakat, AirNav Indonesia Cabang Malinau baru saja melaksanakan berbagai kegiatan mulai bakti sosial hingga donor darah.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan meski dengan segala keterbatasan yang ada. Dukungan, pengertian, dan kerja sama seluruh pihak sangat kami harapkan demi keselamatan penerbangan yang selalu kita junjung tinggi bersama," pungkas Ilham Fathurrahman. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....