TBM Harus Jadi Ruang Kreatif dan Inklusif

  • 16 Sep 2026 19:34 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Gerakan literasi terus didorong melalui penguatan peran Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Desa Malinau Hulu sekaligus Bunda Literasi Desa Malinau Hulu, Ny. Halijah Ega Candra, saat mendampingi Bunda Literasi Kecamatan Malinau Kota, Ny. Siti Aisyah Yusuf, dalam kunjungan serentak ke TBM, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan tersebut turut melibatkan kader Pokja 2 TP PKK Desa Malinau Hulu. Dalam kesempatan ini, TBM Selasar Muara Cakrawala yang berada di RT 5 Desa Malinau Hulu menjadi salah satu tujuan kunjungan.

Ny. Halijah Ega Candra mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan membaca buku cerita bersama anak-anak. Kunjungan juga dikemas secara interaktif melalui kegiatan bermain sambil belajar, menyapa anak-anak, serta memberikan semangat kepada para penggiat TBM dan masyarakat yang hadir.

Menurutnya, suasana yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan minat baca sekaligus membangun kedekatan anak-anak dengan kegiatan literasi.

“Kegiatan di taman baca tidak hanya membaca buku cerita. Anak-anak juga diajak bermain sambil belajar, sehingga mereka merasa nyaman dan senang berada di lingkungan taman baca,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengelola TBM Selasar Muara Cakrawala untuk terus mengembangkan kegiatan kreatif dan edukatif yang dapat memberikan pengalaman belajar lebih beragam kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan ecobrick, yakni pemanfaatan limbah plastik yang diolah menjadi material atau produk yang memiliki nilai guna.

“Kami juga berpesan agar TBM dapat menambahkan kegiatan-kegiatan kreatif dan edukatif, seperti ecobrick dan pemanfaatan limbah plastik untuk kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Ia berharap keberadaan TBM mendapat dukungan dari para ketua RT setempat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan dan menginformasikan keberadaan TBM kepada masyarakat secara lebih luas.

“Kami berharap para Ketua RT dapat membantu menginformasikan kepada warga bahwa Taman Baca Masyarakat ini terbuka untuk semua. Bukan hanya untuk anak-anak PAUD, TK, atau SD, tetapi juga dapat dikunjungi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa,” tuturnya.

Keberadaan TBM diharapkan tidak sekadar menjadi tempat membaca bagi anak-anak, tetapi berkembang menjadi ruang bersama untuk belajar, bertukar pengetahuan, berkegiatan, dan membangun budaya literasi masyarakat.

“Harapan kami, Taman Baca Masyarakat dapat terus hidup dan berkembang sebagai ruang literasi yang mendukung serta menambah budaya literasi masyarakat,” pungkasnya. (Sumardi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....