Hari Polwan: Pengabdian dan Tantangan di Balik Seragam
- 01 Sep 2026 19:57 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Peringatan Hari Polisi Wanita atau Hari Polwan yang diperingati setiap 1 September menjadi momentum untuk melihat lebih dekat perjalanan perempuan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Di balik seragam dan tanggung jawab yang dijalankan, Polwan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stigma tentang kemampuan perempuan dalam tugas lapangan, tuntutan pekerjaan yang berlangsung selama 24 jam, hingga menangani kasus-kasus sensitif yang melibatkan perempuan dan anak.
Briptu Lucia Lisna Lilian mengatakan, salah satu tantangan yang masih dihadapi Polwan adalah stigma dan ekspektasi ganda terhadap perempuan di kepolisian. Polwan dituntut tetap profesional dan tegas ketika berada di lapangan, namun di sisi lain juga harus mampu memberikan pelayanan yang lembut dan humanis kepada masyarakat. “Polwan dituntut profesional di lapangan, tapi juga dituntut lembut saat melayani masyarakat. Jadi harus bisa seimbang antara tegas dan humanis,” Briptu ujar Lucia.
Tantangan lainnya adalah tuntutan waktu dalam menjalankan tugas kepolisian yang tidak mengenal waktu, termasuk dinas malam dan kesiapan ketika sewaktu-waktu dipanggil untuk menjalankan tugas. Kondisi ini membuat Polwan harus mampu membagi waktu antara tanggung jawab sebagai anggota kepolisian dengan kehidupan keluarga. Selain itu, dalam menangani kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual serta kasus perempuan dan anak, Polwan dituntut memiliki empati namun tetap objektif dan berpegang pada prosedur hukum.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Lucia menilai Polwan perlu terus meningkatkan kompetensi, mulai dari pemahaman hukum, bela diri, komunikasi hingga psikologi. Empati juga menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan, khususnya karena perempuan dan anak dapat merasa lebih nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada Polwan. “Kalau kita menguasai bidangnya, stigma Polwan tidak bisa akan patah dengan sendirinya,” katanya. Menurutnya, kemampuan profesional harus diimbangi dengan kondisi fisik dan mental yang baik serta dukungan dari keluarga dan rekan kerja.
Memaknai Hari Polwan tahun ini, Lucia berharap Polwan semakin solid, semakin dipercaya masyarakat dan berani mengambil peran di berbagai bidang kepolisian, tidak hanya dalam pelayanan masyarakat, tetapi juga Reserse, Lalu Lintas, Samapta hingga Cyber. Hari Polwan menjadi pengingat bahwa di balik seragam kepolisian, ada perempuan yang terus belajar menjadi kuat, profesional dan tetap humanis dalam menjalankan tugas untuk melindungi dan melayani masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....