Pemenuhan Stok Darah Jadi Tantangan Kebutuhan Medis Darurat

  • 08 Jul 2026 21:16 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara masih dihadapkan pada tantangan besar pada pemenuhan kantong darah dalam tindakan medis darurat.

Kondisi tersebut disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus dalam Musyawarah Kabupaten II PMI Kabupaten Malinau, Selasa (7/7/2026). Bahkan setiap pekan ada laporan mengenai warga yang membutuhkan bantuan darah di fasilitas kesehatan.

‎"Memang kendala kami sampai saat ini permasalahan darah ya. Darah ini yang masih permasalahan bagi kami. Sementara biasanya per minggu itu ada saja yang butuh darah," ujarnya.

Animo dan kesadaran masyarakat lokal dalam mendonorkan darah sebenarnya dinilai sudah sangat baik di lapangan. Namun proses pemenuhan cadangan sering kali terhambat kondisi fisik calon pendonor saat pemeriksaan medis.

"Pengurus daerah juga mulai merancang sasaran strategis dengan melibatkan sektor swasta di wilayah sekitar. Sejumlah badan usaha dan perusahaan besar diimbau untuk ikut mengambil peran sebagai pembina donor darah," ungkap Sekda Malinau ini.

Ernes Silvanus menegaskan, PMI Malinau mengambil langkah koaborasi karena operasional pelayanan tidak dapat bersandar sepenuhnya pada bantuan daerah. ‎"Kalau kita berharap murni dari APBD kita juga mengalami kesulitan. Nah, mungkin nanti ada pengalaman dari PMI provinsi untuk memberi, mungkin seperti ini ya teman-benar. Itu intinya," ucapnya.

Komitmen bantuan keuangan dari pemerintah daerah sendiri diakui mengalami penyesuaian atau pengurangan di tahun ini. Melalui forum musyawarah tersebut, PMI Malinau berharap mendapatkan formulasi dan terobosan baru untuk menunjang aktivitas kemanusiaan ke depan. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....