Theofilus Lufung Jadi Nahkoda Baru Perumda Intimung

  • 16 Apr 2026 13:13 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Theofilus Yoel Lufung merupakan putra daerah kelahiran Long Bia, dengan latar pendidikan teknik hingga doktoral manajemen serta pengalaman profesional dan organisasi yang luas.
  • Prioritas kepemimpinannya adalah memperkuat tata kelola, evaluasi manajemen, dan penguatan SDM sebelum melakukan ekspansi bisnis.
  • Setelah internal kuat, Perumda Intimung ditargetkan mengembangkan unit usaha, meningkatkan kinerja, serta berkontribusi pada pembangunan dan lapangan kerja di Malinau.

RRI.CO.ID, Malinau - Theofilus Yoel Lufung dilantik sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung periode 2026–2031 di Ruang Laga Fratu Kantor Bupati Malinau, Kamis (16/4/2026).

Ia dipercaya menahkodai Perumda setelah melalui proses seleksi terbuka yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.

Pria kelahiran Long Bia, 30 September 1986 ini dikenal sebagai sosok dengan latar belakang akademik yang kuat dan multidisiplin, mulai dari teknik hingga manajemen. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 030 Tenggarong, kemudian melanjutkan ke SMPN 01 dan SMAN 01 Tenggarong.

Theofilus meraih gelar Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Pendidikan pascasarjana ditempuh di beberapa perguruan tinggi, yakni Magister Teknik Sipil di Universitas Janabadra Yogyakarta, Program Profesi Insinyur di Universitas Lambung Mangkurat, serta Magister Manajemen di STIE Harapan Bangsa.

Pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Manajemen di Universitas Teknologi Yogyakarta. Latar belakang akademik ini diharapkan menjadi modal kuat dalam memimpin Perumda Intimung.

Selain akademik, Theofilus memiliki pengalaman profesional di bidang konstruksi dan pemberdayaan masyarakat. Bahkan, pernah menjadi praktisi konsultan konstruksi, koordinator program pembangunan, hingga direktur perusahaan jasa konsultansi.

Di bidang organisasi, ia aktif dalam berbagai wadah profesi seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Juga terlibat dalam organisasi kepemudaan, ekonomi masyarakat, hingga lembaga adat di Kabupaten Malinau.

Usai dilantik, Theofilus menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah membenahi internal Perumda Intimung. Penguatan tata kelola menjadi fondasi penting sebelum melakukan pengembangan usaha. “Kita tidak bicara ekspansi dulu, tapi fokus ke tata kelola internal,” ujarnya.

Pembenahan internal yang direncanakan mencakup evaluasi struktur direksi dan manajerial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan organisasi berjalan efektif dengan didukung sumber daya manusia yang berkapasitas. “Untuk direksi dan manajerial akan kita evaluasi, concern saya pada penguatan berbasis kapasitas,” katanya.

Ia juga menargetkan penerapan prinsip good corporate governance sebagai dasar pengelolaan perusahaan. Dengan tata kelola yang baik, Perumda diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kepercayaan publik. Ke depan, peluang pengembangan usaha tetap terbuka. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi internal dinilai kuat dan stabil.

Theofilus mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar, mengingat kondisi perusahaan saat ini membutuhkan pembenahan. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....