Puluhan Mahasiswa Malinau Raih Magister Hukum
- 10 Apr 2026 09:41 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Sebanyak 86 mahasiswa Fakultas Hukum asal Malinau mengikuti Wisuda ke-42 Universitas Borneo Tarakan, Kamis (9/4/2026).
- Para wisudawan merupakan mahasiswa dari program pascasarjana kerja sama Pemkab Malinau dan UBT.
- Dua PJU Polres Malinau, IPTU Welly dan IPTU Dedi Priyanto, turut meraih gelar Magister Hukum dalam wisuda tersebut.
RRI.CO.ID, Malinau – Sebanyak 86 mahasiswa asal Kabupaten Malinau meraih gelar Magister Hukum pada Wisuda ke-42 Universitas Borneo Tarakan (UBT) Tahun 2026.
Program pascasarjana tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Malinau dan Universitas Borneo Tarakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Kamis (9/4/2026). Puluhan mahasiswa asal Malinau menjadi bagian dari wisudawan Fakultas Hukum pada momentum tersebut.
Dua di antaranya merupakan pejabat utama (PJU) Polres Malinau, yakni IPTU Welly selaku Kabag Ren Polres Malinau dan IPTU Dedi Priyanto yang menjabat Kabag SDM Polres Malinau.
IPTU Dedi Priyanto menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar terus mengembangkan diri dan menjadikan pengalaman sebagai bekal untuk masa depan. Menurutnya, proses belajar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Terus berkarya, gunakan setiap pengalaman jadi pelajaran. Semoga ilmu yang didapat jadi bekal buat masa depan yang cerah,” katanya, Jumat (10/4/2026).
Sehari sebelumnya, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa hadir sebagai narasumber pada kegiatan Bimbingan Karier Pra Wisuda Mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda ke-42 Universitas Borneo Tarakan Tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Wempi menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah dan persaingan global yang semakin kompetitif.
Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang selama memiliki tekad dan kemauan untuk terus belajar. “Jangan pernah merasa rendah atau tidak mampu. Kita semua punya potensi dan kesempatan untuk berhasil,” ujarnya di hadapan para mahasiswa, Rabu (8/4/2026) sebagaimana dilansir dari laman resmi Diskominfo Malinau.
Ia juga menyoroti tantangan lulusan perguruan tinggi saat ini, yakni kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja.
Wempi menilai pengalaman lapangan seperti magang sangat penting agar lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ke depan, kata Wempi, persaingan tidak hanya terjadi antar daerah tetapi juga antar negara. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....