Waspada Hujan dan Kabut, Simak Prakiraan Cuaca Malinau 11 Maret 2026

  • 11 Mar 2026 08:30 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Kabupaten Bulungan, merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Malinau dan sekitarnya pada Rabu (11/03/2026). Informasi ini dikeluarkan sebagai panduan bagi masyarakat Kalimantan Utara dalam mengantisipasi perubahan cuaca mendadak saat beraktivitas di luar ruangan.

Prakirawan cuaca, Dewi Paramita, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari di wilayah Malinau secara umum diprediksi cerah berawan. Meski demikian, titik-titik hujan ringan diperkirakan mulai membasahi beberapa kecamatan, di antaranya wilayah Sungai Boh, Kayan Selatan, hingga Kayan Hilir.

Memasuki siang hari, intensitas hujan ringan diprediksi merata di hampir seluruh wilayah Kabupaten Malinau. Masyarakat yang hendak bepergian diimbau untuk tetap waspada dan menyiapkan perlengkapan pendukung seperti payung atau jas hujan guna menghindari gangguan kesehatan akibat paparan cuaca.

"Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat berkendara di siang hari karena potensi hujan ringan ini dapat membuat permukaan jalan menjadi licin," ujar Dewi Paramita dalam keterangan resminya.

Beranjak ke malam hari, fenomena kabut diperkirakan akan menyelimuti sebagian besar wilayah Malinau. Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan bagi penduduk di Malinau Selatan Hulu, mengingat adanya potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat memengaruhi jarak pandang.

Kondisi kabut ini diprediksi akan terus bertahan hingga dini hari dengan suhu udara yang cukup dingin. Berdasarkan data BMKG, suhu udara di wilayah Malinau dan sekitarnya berada pada kisaran $19^\circ\text{C}$ hingga $31^\circ\text{C}$, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi di area perbukitan.

Selain kondisi daratan, pihak stasiun meteorologi juga menyoroti keamanan jalur laut di perairan Kalimantan Utara. Angin dilaporkan bertiup dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 15 knot, yang memicu tinggi gelombang di angka 0,1 hingga 0,5 meter.

Sementara itu, untuk wilayah perairan Sulawesi Utara bagian barat, kecepatan angin terpantau sedikit lebih kencang yakni mencapai 15 knot. Kondisi ini menyebabkan tinggi gelombang di wilayah tersebut berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter, yang perlu diwaspadai oleh para pengguna transportasi laut dan nelayan tradisional.

Pihak BMKG berharap data prakiraan ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas sehari-hari. Kewaspadaan dini terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem sewaktu-waktu diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun hambatan logistik di wilayah Malinau.

Rekomendasi Berita