‎Haul Panembahan Raja Tuo, Perkuat Silaturahmi, Lestarikan Tradisi

  • 22 Nov 2025 15:01 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Keluarga Besar Panembahan Raja Tuo menggelar haul kedua, Sabtu (22/11/2025) di Masjid Agung Darul Djalal, Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota. Acara dua tahunan ini menjadi wadah merawat tradisi, memperkuat hubungan kekerabatan, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keagamaan warisan leluhur.

‎Panembahan Raja Tuo, yang bernama Muhammad Ali Hanapia, merupakan pewaris kepemimpinan Tidung yang memindahkan pusat pemerintahan dari Setiyud ke Sawang Pangku (Kuala Bengalon), sebelum akhirnya ke Alung Malinau (Kuala Malinau).

‎Garis keturunannya kemudian berkembang melalui tujuh anak, termasuk Aji Kuning (Ubang), Aji Muhammad Sapu, Aji Kaharudin (Keritan), Aji Rindu, dan Aji Kesuma, Aji Taruna (Lamud), dan Aji Bini (Ikes) yang kini menjadi asal-usul berbagai juriat yang hadir dalam haul.

‎Ketua Panitia, Topan Amrullah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi haul. Pelaksanaan tahun ini tetap menekankan makna spiritual serta peran generasi penerus dalam melanjutkan tradisi leluhur.

‎"Alhamdulillah kita bisa kembali menggelar haul tahun ini, yang kita agendakan setiap tahun ganjil, ini adalah haul yang kedua, yang pertama kami laksanakan tahun 2023 lalu. Mudah-mudahan nanti di tahun 2027 kita bisa kembali melaksanakan haul," ujarnya.

‎Rangkaian kegiatan diisi dengan tahlil dan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiah. Agenda dilanjutkan dengan ziarah makam, termasuk diantaranya makam Miring Binti Pangeran Basar, Aji Kuning Ubang, Panembahan Raja Pandita, Aji Kaharudin, Aji Rindu, dan lain-lain.

‎Wakil Bupati Malinau, Jakaria, yang hadir bersama unsur pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai haul keluarga besar memiliki peran penting dalam menjaga budaya dan tradisi masyarakat Tidung di Malinau.

‎“Ini penting sekali menurut pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali budaya, karena haul ini merupakan tradisi masyarakat muslim di Kabupaten Malinau untuk mengenang para leluhur,” ungkapnya.

‎Melalui pelaksanaan haul, keluarga besar berharap nilai silaturahmi, penghormatan kepada leluhur, dan identitas budaya dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....