Padi Abai, Varietas Lokal yang Menjadi Kebanggaan Malinau
- 07 Nov 2025 09:35 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Padi Abai merupakan salah satu varietas padi lokal khas Kabupaten Malinau, yang telah lama menjadi sumber pangan utama masyarakat setempat. Tanaman ini banyak dibudidayakan di desa Malinau Seberang, Sempayang, Sesua, Setulang, Lidung Kemenci, Pulau Sapi, dan Tanjung Lapang.
Bagi masyarakat Malinau, Padi Abai selain menjadi komoditas pertanian, juga bagian dari identitas daerah. Dari segi morfologi, Padi Abai termasuk dalam golongan cere atau indika.
Tanaman ini berumur sekitar 90 hingga 95 hari setelah tanam, dengan tinggi mencapai 155 sentimeter dan batang berwarna hijau kekuningan. Daunnya berwarna hijau muda hingga tua, dengan daun bendera yang tegak.
Setiap rumpun mampu menghasilkan sekitar 21 anakan dengan rata-rata 315 gabah per malai. Salah satu keunggulan Padi Abai terletak pada produktivitasnya yang stabil, dengan hasil rata-rata mencapai 6 ton per hektare dan potensi tertinggi hingga 6,6 ton per hektare.
Selain itu, varietas ini memiliki tingkat kerontokan yang kecil dan waktu panen yang relatif singkat, menjadikannya pilihan unggul bagi petani lokal. Meski begitu, tanaman ini memiliki kelemahan berupa tinggi batang yang membuatnya agak rentan rebah, serta bobot gabah yang tergolong sedang.
Namun, kelemahan tersebut dapat diantisipasi melalui pengaturan jarak tanam dan teknik budidaya yang tepat. Padi Abai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai beras premium khas Malinau.
Melalui program branding daerah, budidaya organik, dan diversifikasi produk, varietas lokal ini dapat menjadi pilar penting ketahanan pangan sekaligus ikon pertanian berkelanjutan di Malinau.
Sumber : Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....