Pembiayaan Lunak bagi Petani Ikan, Malinau Gandeng Kopdes dan Perbankan
- 04 Sep 2026 20:43 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Pemkab Malinau siapkan skema pembiayaan lunak bagi pembudidaya ikan lewat kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih dan perbankan sebagai alternatif modal saat petani menghadapi kendala.
- Panen perdana musim tebar III menunjukkan hasil baik dengan harga ikan stabil Rp30-38 ribu per kilogram, menegaskan prospek budidaya ikan sebagai sumber pendapatan.
- Wabup Jakaria targetkan pola bantuan bergeser dari penyaluran bibit menjadi pembinaan usaha mulai tahun depan, agar pembudidaya mampu mandiri secara bertahap.
RRI.CO.ID, Malinau - Pemerintah Kabupaten Malinau mewacanakan skema pembiayaan lunak bagi pembudidaya ikan melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih dan perbankan. Skema ini disiapkan sebagai alternatif permodalan apabila petani menghadapi kendala dalam proses pemeliharaan maupun pengembangan usaha budidaya ikan.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, yang ditemui saat menghadiri panen simbolis musim tebar III di Minapolitan 7, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, Jumat (4/9/2026) mengatakan, akses pembiayaan dengan skema yang tidak memberatkan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan, terutama ketika petani membutuhkan tambahan modal dalam proses pemeliharaan.
“Kalau ada permasalahan di perjalanan pemeliharaan budidaya ikan ini, saya menginstruksikan untuk bisa membangun kerja sama dengan Koperasi Merah Putih atau perbankan dengan kredit-kredit yang lunak, yang sebenarnya tidak memberatkan para petani,” ujar Jakaria kepada RRI.
Menurut Jakaria, kebutuhan terhadap dukungan permodalan tersebut sejalan dengan prospek budidaya ikan yang dinilai cukup menjanjikan. Hasil panen perdana musim tebar III juga dinilai cukup baik, dengan harga ikan di tingkat petani berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, atau sekitar Rp30 ribu per kilogram untuk pembelian secara borongan dinilai masih memberikan keuntungan.
Kondisi tersebut menunjukkan budidaya ikan berpeluang menjadi sumber pendapatan masyarakat, sepanjang dikelola secara serius. Hasil yang terlihat saat ini juga merupakan bagian dari proses pengembangan perikanan darat yang telah berjalan, termasuk melalui berbagai bantuan stimulan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, Jakaria menilai dukungan pemerintah ke depan perlu diarahkan agar petani semakin mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Bantuan tidak diharapkan terus diberikan dalam bentuk yang sama setiap tahun, melainkan secara bertahap bergeser pada pembinaan dan pengembangan usaha.
Jika dalam proses pengembangan petani membutuhkan tambahan modal, akses pembiayaan melalui Koperasi Desa Merah Putih maupun perbankan dapat menjadi salah satu alternatif. "Nanti yang akan melakukan komunikasi itu penyuluh lapangan, kabid bidang budidaya, dan para petani kolam," kata Jakaria.
Perubahan pola dukungan itu diharapkan membuat budidaya ikan tidak berhenti sebagai kegiatan yang bergantung pada stimulan pemerintah, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang mampu berjalan secara mandiri.
“Kalau ini benar-benar diseriusi, benar-benar ini diharapkan bisa menjadi penghasilan para petani kolam. Kita berharap tahun depan tidak lagi kita membantu bibit, tapi lebih kepada kita membina untuk lebih mengembangkan kolam-kolam yang tidak produktif,” ujar Jakaria.
Dengan pengembangan usaha dan akses permodalan yang lebih berkelanjutan, budidaya ikan di Malinau diharapkan semakin produktif, mampu meningkatkan pendapatan pembudidaya, sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (Ading)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....