Lomba Menu B2SA Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Malinau

  • 06 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau menyelenggarakan Lomba Menu B2SA yang melibatkan 14 Kelompok Wanita Tani dari berbagai kecamatan.
  • Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemberdayaan KWT.
  • Menu yang disajikan dalam lomba berbasis bahan pangan lokal yang dibudidayakan sendiri oleh anggota kelompok wanita tani.

RRI.CO.ID, Malinau - Lomba menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Kabupaten Malinau menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau tersebut diikuti 14 KWT dari sejumlah kecamatan pada Kamis (6/8/2026) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Lantai II Gedung Gadis Kabupaten Malinau. Menu yang disajikan peserta berbasis bahan pangan lokal yang dibudidayakan sendiri oleh anggota kelompok.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Welfred Sulaiman mengatakan, lomba tersebut tidak hanya menilai menu yang disajikan, tetapi juga menunjukkan hasil budidaya pangan yang selama ini dikembangkan KWT.

"Yang kami lombakan tentunya pangan lokal yang berasal dari tanaman dari Kabupaten Malinau yang dibudidayakan oleh ibu-ibu kelompok wanita tani," ujar Welfred pada RRI saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut.

Sejumlah tanaman yang dikembangkan KWT antara lain cabai, bayam, kangkung, kacang panjang, mentimun dan tomat merupakan bantuan bibit yang disalurkan Pemerintah Daerah melalui dinas ini untuk mendukung Ketahanan Pangan Keluarga. Hasil budidaya tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memiliki nilai ekonomi.

"Minimal mereka tidak beli dan syukur Alhamdulillah mereka sudah berjualan. Contoh di Desa Belayan, ada kelompok wanita tani. Mereka bisa jualan di sekitar kampung dan bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Pesat setiap hari Jumat setiap bulan,” katanya.

Menurutnya, anggota KWT juga terus mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan budidaya. Selain produksi pangan, edukasi mengenai pengendalian hama juga mulai diterapkan anggota KWT dengan mengurangi penggunaan bahan kimia dan memanfaatkan bahan organik.

Welfred menambahkan, pemanfaatan pangan lokal pada akhirnya diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga. Ketersediaan pangan dari hasil budidaya sendiri diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka stunting di Kabupaten Malinau.

"Tujuan akhirnya kan rumah tangga, bagaimana mereka bisa menerima manfaat dari tanaman yang mereka berdayakan. Program ini juga menekan tingkat angka stunting di Kabupaten Malinau," pungkasnya. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....